• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 April 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    12 Calon Siswa Ditolak di SMA Negeri 9 Kota Kupang
    ALBERTUS VINCENT REHI | Selasa, 26 Juli 2016 | 18:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    12
    Calon siswa yang ditolak di SMA Negeri 9 Kota Kupang

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET -  SMA Negeri 9 Kota Kupang menolak calon siswa yang hendak melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Calon siswa itu merupakan binaan Panti Asuhan Sonaf Manekat, Kota Kupang.

     

    Pengelola Panti Asuhan Sonaf Manekat, Blasius Umbu Manu mengatakan hal itu ketika hendak menemui Pimpinan DPRD NTT, Selasa (26/7). Namun sayangnya Blasius yang membawa 12 orang calon siswa ini bersama tiga pendamping , tidak bisa bertemu Pimpinan DPRD NTT.

     

    Berdasarkan keterangan yang diperoleh, saat ini pimpinana dan anggota DPRD NTT sudah turun ke daerah untuk melakukan kunjungan kerja. Gagal bertemu pimpinan dewan Blasius akhirnya menemui wartawan peliput yang sehari-hari meliput di DPRD NTT.

     

    Menurut Blasius, ia sudah berusaha untuk melakukan pendekatan ke berbagai pihak agar anak-anak binaannya bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Namun usahanya tersebut tidak membuahkan hasil.

     

    Dia mengatakan 12 anak binaannya tersebut merupakan anak-anak kurang mampu dan yatim piatu. Dia merincikan anak-anak tersebut berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak sembilan orang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak satu orang dan Kabupaten Kupang ada dua anak.

     

    Pihak SMAN 9 kota Kupang menurut dia, meminta pihaknya untuk melengkapi surat rekomendasi dari Dinas PPO kabupaten asal masing-masing siswa. Namun hal tersebut belum bisa dipenuhinya lantaran saat ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan.

     

    “ Ini memang mereka siswa miskin tapi tidak menggangu gaji mereka yang mengajar disitu. Karena negara sudah bayar mereka punya gaji untuk mencerdaskan anak bangsa. Sampai saat ini mereka tetap ditolak. Mungkin anak-anak miskin dilarang sekolah di Kota Kupang,”tuturnya.

     

    Di sisi lain, sambungnya, syarat tersebut juga belum bisa dipenuhi karena ketiadaan biaya untuk mengurus persyaratan tersebut di kabupaten asal siswa binaanya. Untuk itu dia meminta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk bisa membantu siswa agar bisa bersekolah.

     

    “ Saya sudah bertemu dengan Bapak Piter Manuk Kadis Pendidikan Provinsi. Pak Piter sudah berusaha menghubungi pihak sekolah untuk memberikan kebijakan, agar anak-anak bisa bersekolah. Sambil mereka bersekolah saya akan berusaha untuk melengkapi persyaratan tersebut,” paparnya.

     

    Namun permintaan keringanan itu tidak mau diindahkan oleh pihak sekolah. Pihak sekolah tetap bersikeras dengan persayaratan tersebut.

     

    Wakil Kepala Sekolah SMAN 9, Adelgina Liu ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penolakan sekolah terhadap anak-anak dari Panti Asuhan Sonaf Maneka. Adelgina beralasan penolakan tersebut berdasarkan petunjuk teknis penerimaan siswa baru.

     

    Ia mengaku sekolahnya mempunya kuota rombongan belajar ada enam untuk 204 siswa. yang sudah daftar ulang kata Adelgina, ada 177 siswa sehingga masih tersisa kuota 34 siswa.

     

    “ Juknis tersebut dibahas bersama dengan DPRD Kota Kupang yang menyebutkan, siswa dari luar daerah harus mengantongi keterangan dari dinas pendidikan kabupaten setempat,” jelasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.