• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Olahraga
     
    Aroma Penyelewengan di Piala Gubernur
    ALBERTUS VINCENT REHI | Kamis, 04 Agustus 2016 | 14:31 WIB            #OLAHRAGA

    Aroma
    Suasana rapat Jomisi V DPRD NTT dengan Dinas Pemuda dan Olahraga

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Dana penyelenggaraan Piala Gubernur yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTT bakal dilaporkan Kejaksaan Tinggi NTT. Pasalnya kompetisi sepak bola yang melibatkan 14 kabupaten/kota ini ditenggarai menyimpan aroma penyelewengan anggaran.

     

    Anggota Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto mengusulkan itu setelah melihat Rincian Anggaran dan Biaya (RAB) yang dikelolah oleh Panitia Pelaksana kegiatan dinilai sangat amburadul dan dipenuhi mark up. Menurutnya RAB yang diberikan kepada Komisi V itu banyak penyelewengan keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

     

    “Ini omong kosong semua. Saya omong ini mereka pintar makan uang. Ini namanya rampok. Ini korupsi besar ni. Saya pernah buat event besar tapi angka-angkanya tidak sefantastis ini. Dan angka ini korupsi besar. Jangan terlalu putar balik ini,” kata Jimmy dalam rapat bersama Dispora NTT, Rabu (4/8) di ruang Komisi V DPRD NTT.

     

    Ia mencontohkan, penggunaan uang transportasi lokal dari hotel menuju lapangan pertandingan untuk 22 tim dalam Gubernur Cup. Padahal kata Jimmy peserta yang hadir dalam event tersebut hanya 14 tim saja.

     

    Di sisi lain, Jimmy menyentil transport penyelenggara, uang harian perangkat pertandingan sebanyak 27 orang, transport untuk anak gawang sebanyak 20 orang serta wasit pertandingan dan perangkat pertandingan daerah asal ke Kota Kupang.

     

    “Yang ikut turnamen hanya 14 tim, tapi dalam di RAB ini ada 22 tim. Ini omong kosong semua. Soal wasit apakah didatangkan dari luar Kota Kupang semua?," kata Jimmy dengan raut muka marah.

     

    Jimmy mempertanyakan soal penjualan karcis selama kompetisi berlangsung. Menurutnya hal tersebut masuk dalam kategori pungutan liar karena sudah dianggarkan dalam APBD.

     

    Jimmy menyoroti RAB pengelolaan dana Gubernur Cup yang menganggarkan Welcome Party yang menggunakan salah hotel mewah bintang IV di kota kupang. Welcome party tersebut menurutnya tidak pernah memikirkan atlet dan kondisi ekonomi masyarakat di NTT.

     

    “Kita serahkan saja ini ke Kejaksaan supaya diperikasa. Saya mau data ini lengkapnya termasuk bongkahan tiket kita kasih ke kejaksaan supaya kita tahu hasilnya. Harus hari ini dikasih tidak boleh lewat dari jam kantor. Supaya diaudit oleh kejaksaan,” katanya.

     

    Sementara itu Kadis Pemuda dan Olahraga, Nahor Talan mengatakan soal pencetakan karcis dan penjualan diluar sepengetahuan Dispora. Menurutnya terkait penjualan karcis tersebut diurus oleh Lambert Tukan yang merupakan Sekretaris Dispora NTT.

     

    “Memang ada penjualan karcis dalam piala gubernur. Mengenai teknisnya itu Lambert Tukan yang tahu,” kata Talan.***


     
      TAG:
    • bola
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.