• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Dr. Marius Ardu Jelamu,MS : Jadikan Pariwisata sebagai Kekuatan Ekonomi Baru
    ALBERTUS VINCENT REHI | Senin, 08 Agustus 2016 | 19:25 WIB            #TRAVEL

    Dr.
    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, marius Ardu Jelamu

     

    PEMBANGUNAN sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur (NTT)  dalam lima tahun terakhir terus menggeliat. Memasuki medio 2016 saja, tercatat sebanyak 14.000 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi daerah ini pada semester pertama 2016 atau naik 15 persen jika dibandingkan dengan jumlah lawatan pada Januari-Juni 2015 lalu.

     

    Pencapaian ini merupakan berkah tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata di NTT.. Ini lantaran NTT memiliki potensi wisata  dan destinasi yang punya nilai jual di mata wisatawan manca Negara.

     

    Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Dr.Marius  Ardu Jelamu, MS, ada dua pintu utama masuknya wisatawan ke NTT . Para wisatawan yang masuk dari Labuan Bajo biasanya melakukan kunjungan ke Pulau Komodo dan wisata alam lain di ujung barat Pulau Flores seperti Pulau Rinca, Waerebo dan Kampung Bena di Ngada kemudian ke Ende, Maumere, Flores Timur dan melakukan perjalanan darat hingga ke Pulau Alor untuk berselancar.Sementara yang masuk melalui Bandara Eltari Kupang biasanya melanjutkan ke Pulau Rote, Sabu, Alor dan Sumba.

     

    “Kebijakan bebas visa dari penerintah turut mendukung peningkatan kunjungan wisatawan khusunya di NTT karena orang-orang di berbagai negara bisa dengan mudah masuk dan mengunjungi destinasi wisata yang ada.,” kata Marius kepada Albert Vincent Rehi dari Flobamora News di Kupang, Rabu 3 Agustus 2016.

     

    Ia mengatakan meningkatnya kunjungan wisman ke NTT akan berdampak bagi pergerakan perekonomian masyarakat lokal dan bisa menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata. "Usaha perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan tangan dan lainnya yang digeluti masyarakat lokal akan bertumbuh karena sejalan dengan kebutuhan para wisatawan," kata putera Manggarai kelahiran Cancar, Kecamatan Ruteng , 15 Agustus 1963 ini.

     

    Jebolan Seminari Pius XII Kisol di Manggarai Timur ternyata punya mimpi besar terhadap pariwisata NTT. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi ke depan,di samping  pertanian/perkebunan serta perikanan dan kelauatan. Ini sebagaimana harapan Presiden Jokowi.

     

    Belakangan ini sumbangan sektor pariwisata terhadap PDRB NTT tahun 2015 hampir Rp2 triliun. Artinya, sekor pariwisata sudah menjadi kekuatan ekonomi baru. Nah, kalau di Taiwan atau China bisa menjadikan parwisata sebagai kekuatan ekonomi, kenapa NTT tidak bisa ?

     

    Untuk itu perlu dukungan sarana dan prasrana pariwisata yang harus baik, hotel, restoran, jalan ke destinasi wisata. Di lokasdi wisata MCK atau lingkungannya harus bersih dan nyaman. Memang, kebersihan adalah hal yang kecil. Akan tetapi bisa memiliki dampak yang sangat besar terhadap pengembangan sektor pariwisata. Selama ini, kebersihan wilayah objek wisata bisa berpengaruh terhadap kedatangan wisatawan.

     

    Sebab, kebersihan selalu berkaitan erat dengan kenyamanan. Selain itu, masyakarat NTT untuk terbuka. Budaya senyum harus digalakkan sejak dini. NTT sangat kaya dengan destinasi wisata. Kita punya alam yang indah,Kita punya Binatang Komodo yang sudah mendunia, Danau Tigaa  Warna,  musik tradisiopnal yang sangat terkenal ada di NTT. Lalu ada kampung tradsisional di Manggarai, atraksi budaya  Pasola., taman laut yang indah ada. Serta masih banyak potensi wisata lainnya Ini yang memancing orang datang ke NTT.

     

    Un tuk mewujudkan tekad menjadikan pariwisata NTT  sebagai sebuah kekuatan ekonomi harus terus meningkatkan promosi potensi yang kita miliki secara besar-besaran dengan melibatkan media massa baik cetak maupun elektronik.

     

    Selain itu harus buat event di NTTT. “Kita sudah membuktikan kepada dunia internasional, bahawa kita mampu menyelenggarakan event akbar . Tour de Flores menjadi jalan pembuka yang baik, demi menggairahkan pariwista NTT.

     

    Dampaknya, 5000 wisatawan dari Poladia akan datang ke Flores begitu mereka melihat display tentang TdF,  sejak juni laliu – Maret 2017,” paparnya.

     

    Terkait promosi ini, Marius sendiri tidak segan-segan melakukan reportese melalui radio. Ia tidak segan-segan memberikan laporan pandangan mata langsung dari destinasi wisata.Adanya destinasi wisata yang begitu banyak di NTT harus bisa dijual. 

     

    Tahun depan NTT akan akan selenggarakan Parade Kuda  Sandlewood di Sumba. Ini untuk menciptakan branding, bahawa di Indonesia masih ada kuda jenis itu. Selain itu ada festival layang-layang internasional di Pantaia Lasiana Kota Kupang.

     

    “Jangan hanya di Bali. Kita sudah punya  potensi, jika kita tidak menggerakkannnya dengan membuat event, orang tidak akan kenal kita. Harus ada event suipaya orang kenal. Harus ada event  supaya beritanya besar.  Kita harus mempersiapkan diri untuk karnaval nasional di 10 sestinasi utama wisata nasional. Itu akan diselenggarakan di Labuan Bajo,” urainya.

     

    Selain itu, masyarakat NTT harus mulai menjadi tourism minded. Semua orang NTT harus siap. Ini demi kemajuan daerah ini.Tirulah Bali. Kita harus bisa menjaga potensi yang dimiliki daerah ini. Pariwisata merupakan sumber pendapat negara keempat setelah migas dan beberapa potensi lainnya .***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.