• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Politik Harus Dimaknai Sebagai Panggilan Hidup
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 20:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Politik
    Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Hugo Parera

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET -  Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Andreas Hugo Parera (AHP) menegaskan, politisi adalah sebuah profesi yang harus dijalankan dengan kesadaran sebagai panggilan hidup. Karena sebagai panggilan hidup maka seyogyanya politisi bertanggung jawab penuh atas tugas-tugas yang dimandatkan kepadanya.
           

    Pernyataan AHP ini disampaikan ketika emberikan kuliah umum di Universuitas Nusa Nipa Maumere di Auditorium kampus oranye itu, Kamis (11/8).

     

    Kuliah umum dengan tema politik sebagai profesi ini diikuti ratusan mahasiswa Unipa. Hadir juga Ketua Yayasan Unipa Sabinus Nabu,  Wakil Rektor I Jonas K.D. Gobang, sejumlah dosen dan Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Sikka Alexander Longginus.
           

    AHP mengatakan belakangan ini banyak orang beranggapan politik sebagai hal yang negatif. Politik sering disebut sebagai kegiatan yang rentan berkaitan dengan korupsi, kolusi, nepotisme, mencari kekuasaan, mengejar kekayaan, dan lain sebagainya.
           

    Tapi meski demikian anggapan banyak orang, justeru politik kian diminati. Banyak orang kemudian berlomba-lomba menjadi politisi, yang kemudian bisa terlibat pada legislatif mapun eksekutif.

     

    Dari dua hal yang bertolak belakang, politik kemudian menjadi sesuatu yang begitu sangat luar biasa. Hal ini bisa dimaklumi karena seluruh kehidupan manusia tidak terlepas dari keputusan-keputusan politik.
           

    Sayangnya, banyak orang kemudian tidak menjadikan politik sebagai sebuah profesi. Akibatnya melahirkan banyak hal yang judteru mencederai politik itu sendiri.
           

    “Banyak juga yang jadi politisi instan, yang muncul hanya menjelang pemilihan legislatif, seolah-olah hendak melamar kerja. Atau ada juga yang masih berpikiran bahwa menjadi politisi maka memungkinkan untuk dapat proyek,” tukas AHP.
           

    Doktor politik lulusan Jerman ini berpendapat bahwa belum banyak politisi yang sadar kalau ternyata politik adalah sebuah profesi. Sebagai profesi, layaknya profesi-profesi lain seperti dosen, dokter, maka politisi juga dituntut bertanggungjawab atas tugas sesuai profesinya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.