• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 Februari 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Ritual Pati Ka Dua Bapu Ata Mata Berlangsung Lancar
    ALBERTUS VINCENT REHI/ALEX | Minggu, 14 Agustus 2016 | 16:13 WIB            #TRAVEL

    Ritual
    Wakil Bupati Ende, Djafar H.Achmad , bersama Dandim 1602, Kapolres Ende dan Ketua DPRD setempat ikut dalam prosesi Pati Ka Dua Bapu Ata Mata di Puncak Kelimutu , Minggu (14/8)

     

    KELIMUTU, FLOBAMORA.NET -  Sepekan Pesta Danau Kelimutu 2016 mencapai puncaknya hari ini, Minggu (14/8) ditandai dengan digelarnya Ritual Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata  atau memberi  makan arwah para leluhur di puncak Kelimutu.    

     

    Ritual tersebut melibatkan para mosalaki dari 20 persekutuan adat desa-desa penyangga Kelimutu, yakni  Koanara, Woloara, Pemo, Nuamuri, Mbuja, Tenda, Wiwipemo, Wologai, Saga, Puutuga, Sokoria, Roga, Ndito, Detusoko, Wolofeo dan Kelikiku.  

     

    Hadir dalam upacara itu Wakil Bupati Ende Djafar H. Achmad, Ketua DPRD Ende, Herman Yoseph Wadhi, jajaran Forkopimda, Sekda Agustinus Gaja Ngasu dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab setempat serta ribuan masyarakat yang datang dari desa-desa sekitar Gunung Kelimutu.

     

    Ritual tersebut diawali dengan berkumpulnya para Mosalaki di  Kuwu , sementara itu, makanan dan minuman yang akan dipersembahkan untuk para leluhur disiapkan.

     

    Makanan itu diletakkan di atas Pane, piring saji yang terbuat dari tanah liat. Makanannya berupa nasi beras merah dengan lauk daging babi. Untuk minumannya ada moke, air putih dan kopi.

     

    Setelah didoakan, makanan pun dibawa oleh tetua adat, dan juga rombongan Waki Bupati Ende untuk menuju ke lokasi upacara di dekat area Danau Kelimutu. Masing-masing membawa satu piring saji yang berisi makanan untuk para leluhur. Total ada 25 piring yang dibawa.

     

    Tetua adat berada di barisan paling depan, disusul rombongan bupati di tengah, dan diiringi para mosalaki di belakang. Diiringi bunyi gong, tetua adat  melangkah meniti anak tangga hingga ke lokasi acara. Suasana sangat sakral dan sunyi, hanya bunyi gong yang bertalu-talu.

     

    Sesampainya di lokasi upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, rombongan Tetua Adat memulai memanjatkan do'a untuk para leluhur dalam bahasa Suku Lio. Kemudian mereka duduk mengelilingi sebuah batu besar yang dipercaya sebagai titik berkumpulnya arwah leluhur.  

     

    Di situlah, rombongan ini 'memberi makan' roh para leluhur masyarakat Ende dengan cara meletakkan nasi beras merah dengan lauk daging babi di atas batu arwah. Sisa makanan yang masih ada di piring saji akhirnya dimakan bersama oleh para tetua adat.

     

    Sehabis makan bersama, mulai mengambil tempat berdiri lalu menyanyikan lagu tradisional dengan bahasa Suku Lio yang disambut dengan Tarian Gawi oleh rombongan tetua adat lainnya.

     

    Tarian Gawi inilah yang menandakan bahwa Upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata telah berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala suatu apapun. Itu juga pertanda bahwa persembahan mereka diterima oleh arwah para leluhur yang bersemayam di Danau Kelimutu.

     

    Prosesi adat yang memakan waktu tiga jam lebih diikuti dengan antusias oleh masyarakat adat  serta turis asing maupun domestik yang memadati lokasi acara sejak pagi.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.