• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kapal Jaring Raksasa Serang Kapal Nelayan
    ALBERT R. | Rabu, 11 Desember 2013 | 20:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kapal
    foto/web

     

    Kupang, Flobamora.net - Kapal-kapal jaring raksasa (trawler) mulai bertambah beringas dengan menyerang kapal-kapal ikan milik nelayan Nusa Tenggara Timur yang beroperasi di wilayah perairan selatan Laut Timor.

    "KM Kasih Setia, sebuah kapal "trawler" asal Benoa, Bali nyaris menabrak kami saat mencari ikan di perairan selatan Laut Timor pada Selasa (10/12), sekitar pukul 16.30 Wita," kata Syamsudin Ode (50), nahkoda KM Elisa setibanya di Pelabuhan Pedaratan Ikan (PPI) Tenau Kupang, Rabu (11/12) kemarin.

    Dia mengisahkan ketika sedang mencari ikan, kapal jaring raksasa KM Kasih Setia mendekati mereka dan mengancam akan menabrak jika tetap mencari ikan di wilayah perairan tersebut.

    "Ancaman ini yang tidak bisa kami terima, karena wilayah perairan Laut Timor merupakan ladang kehidupan kami. Kapal-kapal pengguna pukat harimau seperti KM Kasih Setia ini kan sudah lama beroperasi secara ilegal di Laut Timor, kenapa dibiarkan saja oleh aparat keamanan laut," katanya dalam nada tanya.

    Dia mengharapkan aparat keamanan laut segera mengambil tindakan tegas terhadap "trawler" yang beroperasi secara liar di wilayah perairan Laut Timor yang kaya dengan ikan tuna dan cakalang itu.

    "Sekali beroperasi, kapal-kapal pengguna pukat harimau itu dapat menjaring ratusan ton tuna dan cakalang. Apakah ini tidak mengancam kelestarian ikan-ikan tersebut," tambah Ketua Bidang Bimbingan Masyarakat Nelayan Himpunan Nelayan Indonesia (HSNI) Cabang Kota Kupang Abdul Wahab Sidin.

    Wahab yang juga ABK pada KM "Pool and Line" itu menambahkan KM Kasih Setia dari Benoa, Bali itu juga memasang rumah ikan (rumpon) di wilayah selatan perairan Laut Timor tersebut, sehingga sebagian besar potensi ikan di wilayah perairan selatan disedot habis ke Benoa, Bali.

    "Ini ancaman serius yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Jika pemerintah juga membiarkan kapal-kapal pengguna pukat harimau ini terus beroperasi, maka pasti ada dalang atau beking dibalik sindikat pencurian ikan tersebut," katanya menduga.

    Dia menambahkan nahkoda KM Mutiara Mohammad Amin menjadi target utama serangan KM Kasih Setia, karena dirinya yang membongkar adanya operasi kapal pengguna pukat harimau tersebut di Laut Timor kepada pers di daerah ini.*** (Antara)

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.