• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 23 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Sikka Siap Gelar Kontes Foto Bawah Laut
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 17 Agustus 2016 | 22:53 WIB            #TRAVEL

    Sikka
    Para peserta dari 9 negara sedang mengikuti technical meeting kontes foto bawah laut di Capa Hotel Resort, Rabu (17/8) petang tadi

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur 9NTT)  siap menggelar kontes foto bawah laut relly foto yang mengambil tema konservasi bahari. Kegiatan ini akan berlangsung sejak Kamis (18/8) hingga Minggu (21/8) dengan melibatkan 30 peserta dari 9 negara, merupakan rangkaian Festival Teluk Maumere.
           

    Sore tadi, para peserta telah melaksanakan technical meeting bertempat di Capa Hotel Resort milik anggota Fraksi Partai Golkar DPR-RI. Sebelumnya panitia penyelenggara menjemput para peserta dari berbagai negara yang tiba siang tadi melalui Bandara Frans Seda.
           

    Tercatat 17 fotografer bawah laut dunia akan berkumpul mengikuti perlombaan ini, berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Peru, Belanda, Perancis, Jepang, Hongkong, Singapore, dan Malaysia. Dan juga 13 fotografer bawah laut kenamaan Indonesia seperti Sofi Aida Sugiharto, Anne K Adijuwono, Simon Chandra, Jason Suwandy, Edo Ang, Jevin Surjadi, Jeffry Takapante dan banyak lainnya.

    Kompetisi foto bawah laut merupakan puncak dari Festival Teluk Maumere. Kegiatan terinspirasi oleh kegiatan yang pernah dilakukan almarhum Frans Seda pada tahun 1987. Saat itu penyelenggaraan lomba foto bawah laut Teluk Maumere mendapat apresiasi dunia dengan ikut sertanya para fotografer bawah laut terbaik. Dampak dari itu, keindahan bawah laut Maumere mampu menjadi sorotan dunia dan diakui sebagai salah satu destinasi penyelaman berkelas dunia dengan taman laut yang sangat cantik.

    Apa yang dilakukan Frans Seda ini akhirnya mendorong terkukuhnya Teluk Maumere sebagai Kawasan Wisata Taman Laut dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 126/Kpts-II/1987 Tanggal 21 April 1987. Dari satu inisiasi penyelenggaraan foto bawah laut mampu membawa dampak yang besar bagi pariwisata Maumere.

    Indahnya Teluk Maumere


    Maumere perlu berbangga hati karena kota kecil di Flores dengan pelabuhan besar ini, memiliki segudang titik penyelaman yang keindahannya bisa mengundang mata dunia untuk menengok dan berkunjung ke Kabupaten Sikka. Sejak dulu sebenarnya Taman Laut Maumere memang sudah terkenal di dunia sebagai salah satu taman laut tercantik, akan tetapi gempa tsunami di tahun 1992 merusak sebagian keindahan itu. Dan kini, keindahan tersebut hadir kembali di hadapan kita untuk diselami.
           

    Tim eksplorasi dan persiapan Kompetisi Foto Bawah Laut Festival Teluk Maumere 2016, Sabtu (13/8), telah menyelami beberapa titik selam yang nantinya akan menjadi lokasi diadakannya kompetisi ini. Berangkat dari Sea World Club Resort yang berada persis di pinggir pantai Waiara yang tenang di Kota Maumere, dengan menggunakan speed boat menuju ke salah satu titik penyelaman di Pulau Babi memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.


    Pulau yang konon katanya berbentuk seperti babi ini, memiliki beberapa titik selam yang sangat menarik untuk diselami. Dan salah satunya yang paling unik adalah titik selam “The Crack” di Pulau Babi Barat. Sesuai dengan namanya, crack yang berarti patahan, merupakan sisa peninggalan dari gempa tsunami 1992. Patahan ini bisa terlihat kurang lebih di kedalaman 10 meter yang membentuk seperti goa kecil dengan tinggi 6-7 meter dengan lebar 1 meter. Di dalam patahan bisa terlihat tanaman, koral, dan sea fan tumbuh di sana. Di lokasi ini sangat cocok sekali untuk pengambilan foto wide angle.


    Beranjak dari The Crack, situs penyelaman lainnya masih di Pulau Babi di bagian Selatan. Di sini akan ditemui berbagai macam biota laut berupa sea fan, sponge, soft coral, hard coral, karang branching, sub-massive, dan massive, dan beragam ikan karang dan anthias. Penyelaman dilakukan di kedalaman 15 meter, dengan suhu cenderung hangat 28-300 C. Arus di sini moderate. Kontur dasar laut berupa slope, dengan sedimentasi pasir dan sedikit batu. Terumbu karang di situs ini dapat terlihat di kedalaman 5 – 25 meter. Lokasi Pulau Babi Selatan bisa cocok untuk pengambilan gambar wide ataupun macro.


    Selain situs penyelaman di Pulau Babi, tim juga melakukan penyelaman di Pulau Pangabatang Utara. Dari Sea World Club Resort menuju ke titik selam Fish Point di Pangabatang Utara memakan waktu 1,5 jam dengan menggunakan speed boat. Pulau ini berada di paling ujung kanan dekat selat yang memisahkan antara daratan Flores dengan pulau kecil lainnya. Arus di sini cenderung moderate dengan suhu 290 C. Di sini Anda dapat melihat anemone laut, gorgonians, sponge, dan beraneka ikan karang, ikan anemone, atau bahkan schooling mackarel. Situs penyelaman di sini cocok untuk pengambilan gambar wide angle, walaupun macro juga patut dicoba karena ada beberapa objek macro yang menarik.


    Semua situs-situs ini nantinya akan menjadi lokasi kompetisi foto bawah laut yang akan diikuti oleh 30 peserta dari Amerika Serikat, Brazil, Peru, Belanda, Perancis, Jepang, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Semua demi memeriahkan Festival Teluk Maumere yang akan berlangsung 17 hingga 21 Agustus 2016 mendatang.

    Terunik


    Jika ada yang pepatah yang mengatakan bencana membawa berkah, inilah yang menggambarkan apa yang terjadi di bawah laut Teluk Maumere. Maumere yang sejak dulu telah menjadi salah satu destinasi wisata selam dunia dengan taman lautnya yang cantik, sempat mengalami kemunduran karena adanya gempa di tahun 1992. Banyak korban jiwa dan kerusakan di sana-sini terjadi akibat bencana alam tersebut, termasuk kondisi bawah lautnya. Taman lautnya mengalami kerusakan yang berpengaruh pula dengan kehidupan biota lautnya.
           

    Namun, 24 tahun sudah berlalu, banyak perubahan telah terjadi dan kehidupan bawah laut pun semakin membaik, bahkan membawa sebuah keberkahan tersendiri. Sisa peninggalan dari gempa 1992, yaitu patahan pada dasar laut, kini telah ditumbuhi oleh terumbu karang yang menjadi rumah bagi ratusan biota laut lainnya. Patahan bekas tsunami ini terlihat di kedalaman 8-15 meter dengan patahan selebar kurang lebih 50 cm. Penyelam akan melihat patahan ini melebar ke dalam dan membentuk seperti goa kecil di dalam laut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.