• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Engelberta Terharu, Ruang Kelas Darurat "Disulap" Pertamina
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 28 Agustus 2016 | 18:57 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Engelberta
    Kepala SDK Wololuma Engelbertha sedang mempresentasikan kondisi sekolahnya di depan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, Minggu (28/8)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Satu ruangan kelas darurat di SDK Woluluma Desa Mekendetung Kecamatan Kangae berhasil “disulap” PT Pertamina (Persero). Dalam waktu hanya 1 bulan, ruangan kelas itu sudah menjadi  layak untuk kegiatan belajar mengajar. Kepala SDK Wololuma Engelberta pun terharu gembira menyaksikan kenyataan tersebut.

    Rehab ruangan kelas itu merupakan bantuan dari Pertamina yang disalurkan melalui Kado CSR Pertamina untuk Anak Maumere. Program ini dalam rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-71, sebagai wujud dari tanggung jawab sosial Pertamina, khususnya bagi masyarakat di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
           

    Ditemui di sela-sela acara launching Kado Pertamina, Minggu (28/8), Engelberta mengatakan rehab ruang kelas darurat tersebut kini sudah memasuki tahap finishing. Sekarang ini tinggal dipasang plafon dan atap. Dari para pekerja, diperkirakan bangunan itu sudah selesai sekitar 3-4 hari lagi.
           

    “Saya terharu sekali, Pertamina sudah buat ruangan kelas itu jadi bagus. Lantai sudah keramik, dinding tembok semua, kini ada plafon, dan atapnya dari seng yang sangat bagus. Terima kasih Pertamina, ini kado yang terindah untuk anak-anak dan sekolah kami,” ungkap hari Engelberta.
           

    Di depan Direktur Pertamina Dwi Soetjipto, Engelberta diberikan kesempatan mempresentasikan kondisi sekolahnya. Presentasi disampaikan dengan dua gambar visualisasi ruangan darurat yang membadingkan bagaimana kondisi ruangan itu sebelum rehab dan ketika dalam proses rehab. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Simon Subsidi hadir mendengarkan presentasi tersebut.

    Satu tahun lalu Flobamora.net pernah menyinggahi sekolah ini. Letaknya cukup jauh dari jalan kabupaten. Posisinya sedikit agak tenggelam dari ruas jalan di kampung itu. Untuk menuju ke sekolah ini pun harus melewati ruas jalan sempit. Untung saja udara segar dengan sekelilingnya dikitari tanaman kopi, kakao, dan jambu mete, seakan menggairahkan semangat belajar di sekolah ini.

    Di sekolah itu terdapat satu ruangan belajar yang terbilang darurat. Letaknya persis di bagian ujung dari gedung sekolah. Dinding ruangan kelas terbuat dari belahan bambu yang dalam bahasa setempat disebut dengan halar. Atap ruangan kelas menggunakan seng yang sudah nyaris bocor di mana-mana.

    Fasilitas lain berupa meja dan kursi juga sangat prihatin, tidak saja dari sisi kuantitas yang tidak sebanding dengan jumlah murid, tapi juga dari sisi kelayakan. Di kelas darurat ini hanya terdapat 6 meja belajar, dengan kursi secukupnya. Praktis, ada pelajar yang harus duduk berhimpitan pada sebuah kursi, dengan satu meja belajar untuk tiga sampai empat pelajar.

    Saat itu sebanyak 18 pelajar kelas dua tengah mengikuti pelajaran agama. Tampak mereka seperti biasa saja menjalani kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang sangat prihatin seperti itu. Ternyata ruangan kelas darurat ini dikhususkan untuk pelajar kelas dua, sedangkan rombongan belajar lainnya menggunakan ruangan belajar yang sudah permanen.

    Menurut Wali Kelas 2 Marselina Yeni, kondisi ruangan kelas darurat di sekolah itu sudah berlangsung selama sembilan tahun. Ruangan kelas darurat ini merupakan hasil swadaya orangtua murid. Sebelumnya, ketika belum ada swadaya dari orangtua murid, ruangan kelas ini lebih parah lagi.
    Jika musim hujan, maka kegiatan belajar mengajar terganggu, karena dinding dan atap yang bocor di mana-mana. Genangan air hujan akan menutupi lantai sekolah yang masih terbuat dari tanah. Jika itu terjadi maka para pelajar dievakuasi ke teras sekolah, dan praktis kegiatan belajar mengajar terhenti.

    “Kami sudah sampaikan ke dinas, juga kalau ada kunjungan Dewan. Tapi tidak ada respons positip. Terakhir kami dengar tahun ini ada tambahan dua ruangan belajar. Yah semoga dapat direalisasikan sehingga bisa membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar,” ungkap Wakil Kepala SDK Wololuma Piet Sepe, tahun lalu.

    Ternyata, hingga tahun 2016 barulah ruang kelas darurat ini direhab. Itu pun bukan karena kepedulian pemerintah setempat, tapi justeru datang dari Pertamina.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.