• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    DAK Mandiri Kabupaten Ende Dipotong Rp 22 Miliar
    ALEX | Jumat, 02 September 2016 | 14:16 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    DAK
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende Frans Lewang

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Langkah penghematan yang dilakukan Kementerian Keuangan RI dengan memotong DAK Mandiri tahun 2016 kabupaten seluruh Indonesia sebesar 10 persen juga berlaku di Kabupaten Ende.Untuk Kabupaten Ende DAK Mandiri dipotong sebesar Rp 22 Miliar. Pemotongaan yang terbesar di Dinas PU yakni Rp 20 Miliar.


    Demikian yang dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende Frans Lewang. Jumat( 2/9).


    Menurutnya, akibat pemotongan DAK Mandiri sebesar 10 persen di Dinas PU maka banyak rencana anggaran terganggu.


    Kata dia, meski ada pemotongan namun tidak sampai membatalkan pembangunan infrstruktur di Kabupaten Ende.Ia juga mengatakan gangguan terhadap pembangunan infrastruktur juga menyebar di semua bidang di Dinas PU.


    "Hampir menyebar di semua bidang baik Bina Marga, Pengairan maupun di Cipta Karya.Karenanya kami sudah melakukan rsionalisasi dan penyesuaian,” ujarnya.


    Sementara itu terkait dengan penundaan transfer DAU selama empat bulan, masing-masing sebesar Rp 11,5 miliar lebih dari September hingga Desember 2016 yang berdampak pada pembangunan infrastruktur di Dinas PU, ia mengatakan belum mengetahuinya.


    " Soal penundaan DAU kesejunlah kabupaten dan provinsi oleh Kementerian Keuangan, kami belum mendapat penjelasan  rinci dari dari PPKAD,” katanya.


    Sekretaris Bappeda Kabupaten Ende Constantinus Djara  yang ditemui pada terpisah mengatakan, DAU untuk Kabupaten Ende yang mengalami penundaan setiap bulannya sebesar Rp 11,5 miliar.

     

    Namun ia mengarahkan wartawan untuk lebih jelas tentang informasi tersebut dikonfirmasi ke Dinas PPKAD Ende.


    Sebelumnyaa Kepala PPKAD Ende Abdul Syukur Muhamad mengatakan, pemotongan DAK sebesar 10 persen telah dilakukan sejak awal 2016.Pemotongan yang dilakukan Pemerintah Pusat idilakukan merata di seluruh Indonesia dengan masing-masing 10 persen.


    "Memang sebelum penundaan DAU, sudah ada pemotongan DAK sebesar 10 persen dan nilai DAK yang dikembalikan ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 22 Miliar lebih dan tersebar di hampir semua SKPD dan yang paling banyak di Dinas PU," paparnya.


    Ia berharap agar penundaan DAU tidak berdampak pada pembayaran gaji para pegawai nantinya atau terhadap belanja pegawai.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.