• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Di Sikka, Tidak Ada Korelasi Antara RPJMD, Renstra dan Renja
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 12 September 2016 | 08:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Di
    Ilustrasi

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET – Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka menuding pembangunan di Kabupaten Sikka tidak ada korelasi antara rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD, Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) yang bermuara pada APBD yang sinergis dan komprehensif antara satu dengan yang lainnya.
           

    Demikian dikedepankan Pankrasius Nong Tonce, jurubicara Fraksi Partai Demokrat ketika menyampaikan pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016, Senin (5/9).
           

    “Hal ini dapat dibuktikan dengan perencanaan pembangunan yang mengabaikan RPJMD seperti pembangunan Kantor Bupati, pembangunan Taman Kota, Drainase Kota yang amburadul sehingga semakin tidak jelas arah, sasaran dan tujuan yang hendak dicapai,” tukas Pankrasius Nong Tonce.
           

    Atas sorotan ini, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dalam keterangan pemerintah, Rabu (7/9), menjelaskan bahwa pembangunan Kantor Bupati, Taman Kota dan Drainase Kota merupakan implementasi dari indikasi rencana program prioritas yang tertuang dalam matriks 8.1 RPJMD.
           

    “Pembangunan Kantor Bupati merupakan implementasi dari salah satu program dari RPJMD yaitu peningkatan sarana dan prasarana aparatur. Pembangunan Taman Kota merupakan implementasi dari salah satu program dari RPJMD yaitu program pengelolaan ruang terbuka hijau. Pembangunan Drainase Kota merupakan implementasi dari salah saru program RPJMD yaitu program pembangunan saluran drainase atau gorong-gorong,” jelas Bupati Yoseph Ansar Rera.
           

    Data yang direkam Flobamora.net, tiga contoh pembangunan yang diangkat Fraksi Partai Demokrat, kini terus menjadi polemik dan perdebatan seru. Pembangunan Kanntor Bupati Sikka kini terantuk pada dana Rp 13 miliar yang dianggap sebagai dana siluman karena perbedaan cara pandang dalam mekanisme.
           

    Sementara itu pembangunan Taman Kota Maumere justeru telah melahirkan pernyataan sikap politik yang tegas dari Ketua DPRD Sikka dengan menyampaikan mossi tidak percaya kepada Pemkab Sikka.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.