Registrasi     Log In      Bantuan

Selasa, 22 Agustus 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Selasa, 22 Agustus 2017

 

Brending Baru Pariwisata NTT
Oleh: Albertus Vincent Rehi | Minggu, 02 Oktober 2016 | 12:22:22 WIB            #Travel

Brending
Taman Permenungan Pancasila

  Baca Juga

 

TAHUN 2016 menjadi tahun yang  penuh dengan prestasi bagi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak saja di sisi pemerintahan yang meraih oponi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tahun 2015, di sektor pariwisata, daerah ini  meniadi juara umum  pada ajang Anugerah Pesona Indonesja (API).

 

Dari 10 kategori yang dilombakan, NTT masuk dalam nominasi enam kategori dan berhasil menjadi juara satu untuk beberapa ketegori. Kategori tempat wisata yang berhasil diraih NTT, adalah Kategori Tempat Berselancar Terpopuler (Most Popular Surfing Spot), juara satu berhasil diraih oleh Pantai Nemberala Kabupaten Rote Ndao, Kategori Tujuan Wisata Terpopuler Kebersihannya (Most Popular Cleanliness), juara satu berhasil diraih oleh Pantai Nihiwatu Kabupaten Sumba Barat.

 

Kemudian untuk kategori situs sejarah terpopuler (Most Popular Historical Site), juara satu diraih oleh situs Bung Karno Ende, kategori tempat menyelam terpopuler (Most Popular Diving Spot), juara satu berhasil diraih oleh Pulau Alor di Kabupaten Alor.

 

Sementara itu untuk kategori atraksi budaya terpopuler (Most Popular Cultural Atraction), atraksi budaya Pasola di Sumba Barat Daya berhasil menempati urutan kedua, kemudian kategori dataran tinggi terpopuler (Most Popular Highland), danau tiga warna di Gunung Kelimutu Ende menempati uruan ketiga.

 

Di mata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  NTT, Marius Ardu Jelamu, anugerah tersebut  memberikan kesempatan kepada voters baik dari dalam mapun luar negeri  untuk memberikan opininya tentang sebuah destinasi wisata, atraksi budaya, kuliner. Dari 10 kategori itu, NTT merebut empat dan ini dipilih oleh  53.000 voters,.

 

“Yang menarik untuk NTT, dua desinasi wisata yakni diving di Alor dan surving di Roter Ndao, 80 persen dipilih oleh wisatawan internasional. Artinya, wisatawan mengatahui kedua destinasi ini mendapat pehaian khusus para wisatawan asing atau manca negera. Sedangkan yang lain dipilih oleh voters dalam negeri,” kata Marius, Jumat pekan lalu.

 

Terpilihnya NTT sebagai juara umum dalam API tahun 2016 , menjadi satu brending tersendiri bagi dunia wisata NTT. Ternyata NTT memiliki beberapa destinasi wisata di luar yang sudah dikenal masyarakat seperti Komodo.

 

Menurutnya, NTT  memenangkan brending itu. Begitu menjadi juara, promosi akan semakin gencar dilakukan. Ini kesempatan bagi NTT, untuk mengembangankan semua destinasi wisata guna menjadi kekuatan pariwsata, yang diantaranya masuk dalam kelas pariwisata dunia.Mungkin bagi orang NTT merasa biasa. Tetapi bagi orang luar, NTT masuk dalam kelas pariwisata dunia yang diakui.

 

Prestasi yanidak membuat masyarakat NTT bangga atau berpuasa diri, tetapi ada tantangan yang membenrang di depan mata. Apa yang harus dilakukan? Pertama, menjaga konservasi atau kelestarian, kebersihan destinasi wisata, jaga keasliannya, laut dijaga, jangan sampai ada praktik bom ikan oleh para nelayan sehingga menghancurkan biota laut . Kedua, jajaran pariwisata segera mengembangkan keenam destinasi wisata itu dengan evet-event pendukung  menggerakkan objek wisata yang ada.

 

Mengapresiasi anugerah wisata tersebut,  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan Soekarno Moon di Kota Ende tahun 2017 mendatang  untuk mendukung terpilihnya Situs Bung Karno sebagai situs sejarah terpopuler di Indonesia.

 

”Kita sudah merancang kegiatan tersebut dengan melibatkan semua satuan kerja perngakat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTT,” jelasnya.

 

Karena yang terlibat adalah semua SKPD, maka kegiatannya disesuaikan dengan tupoksi masing-masing. Misalnya, BLHD, akan menggelar kegiatan dari sisi pelestarian lingkungan dengan menanam pohon di lingkungan sekitar Situs Bung Karno .

 

Kegiatan ini akan dikolaborasi dengan kegiatan yang sudah terlebih dahulu dilakukan Pemkab Ende yakni Parade Kebangsaan yang diselenggarakan setiap tahun.

 

Dengan demikian, semua kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan image kepada dunia internasional, Situs Bung Karno sebagai situs sejarah terpopuler.

 

Selain itu, pihaknya siap menggelar festival kuda sandlewood di Pulau Sumba tahun 2017 mendatang. Festival tersebut digelar menyusul terpilihnya  Pasola  sebagai atraksi budaya t terpopuler (Most Popular Cultural Atraction) dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2016.

 

Festival ini akan melibatkan ribuan kuda yang akan berparade dari kota ke kota di Pulau Sumba, mulai dari Waingapu di Sumba Timur hingga Tambolaka, Sumba Barat Daya. Konsep festival kuda ini, semua penunggang kuda mengenakan pakaian tradisional seluruh Indonesia. Atraksi ini mau membuktikan kepada dunia adanya dukungan terhadap atraksi budaya.

 

Ia menuturkan, rencana tersebut sudah diinformasikan kepada pemerintah kabupaten se daratan Sumba, guna mendukung rencana tersebut hingga pelaksanaannya lebih meriah dan melibatkan masyarakat di Pulau Sumba.

 

“Khusus Sumba, selain Pasola, Nihiwatu  juga terpilih menjadi  tujuan wisata terpopuler kebersihannya (Most Popular Cleanliness). Kita perlu menciptakan brending sebanyak-banyaknya sehingga NTT semakin terkenal di dunia internasional,” paparnya.

 

Ia menambahkan, untuk mendukung pengembangan pariwisata di NTT , pemerintah daerah perlu mendukung dengan fasilitas dan rutin melakanakan event  demi mengundang perhatian para wisatawan.

 

Marius optimistis terpilihnya keenam destinasi ini, akan mengundang kehadiran investor untuk melakukan investasi di bidang  pariwisata. Ini yang perlu kita dorong ke depan.

 

Lalu apa yang harus dibuat masyarakat? Masyarakat perlu  mengimplementasikan sapta pesona, aman, nyaman, bersih, asri, kenangan. Masyarakat diimbau untuk jaga kebersihan destinasi wisata yang ada di daerahnya. Ramah menerima tamu sehingga daerah ini dikenal sebagai destinasi wisata yang nyaman dan aman bagi wisatawan.

 

Untuk mendukung majunya sebuah destinasi wisata perlu didukung semua komponen masyarakat. Semua sektor pun perlu digerakan. Dengan demikian, dunia pariwisata NTT semakiu dikenal di dunia internasional.

 

Hal lain perlu menjadi perhatian adalah konektivitas antara destinasi wisata dan pembenahan infrastruktur jalan . Jika selama ini kurang mendapat perhatian, sekaranglah saatnya infrastruktur jalan diperhatikan, Bila perlu statusnya ditingkatkan menjadi jalan strategis nasional  sehingga menjadi perhatian pemerintah pusat. 

 

Belakangan ini, muncul sebuah gerakan menghidupkan kebiasaan berwisata masyarakat NTT. Misalnya, mengunjungi destinasi wisata yang ada di daerahnya sendiri atau daerah lain . Ini dalam rangka mendukung pengembanghan pariwisata di daerah , sehingga destinasi yang ada makin hari semakin didatangi banyak orang.

 

Ternyata, kebanggaan menjadi juara umum Anugferah Pesona Indonesia Tahun 2016, diapresiasi Kementerian Pariwisata dengan menunjuk NTT sebagai tuan rumah pemilihan Augerah Pesona Indonesia tahun 2017. Untuk itu, sudah saatnya masyarakat mulai mengembangkan kuliner dan souvenir di daerah ini. Karena ini akan masuk dalam radar para voters internasional.

 

Dengan meraih tiga gold, satu silver dan satu bronze dalam ajang API 2016 , merupakan sebuah pencapaian. Tetapi tantangan pariwsata NTT ke depan masih terbentang luas, seluas cita-cita kita untuk membawa daerah ini lebih jauh ke dunia internasional.***

   






KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur