• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 18 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terpidana Mati Herman Jumat Masan akan Ajukan PK
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 06 Oktober 2016 | 20:49 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terpidana
    Herman Jumat Masan (tengah berbaju merah) pose bersama Tim Advokasi Penghapusan Hukuman Mati di Rutan Maumere, Kamis (6/10)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Terpidana mati Herman Jumat Masan (HJM) akan mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung RI. Rencananya PK akan didaftarkan sendiri oleh HJM  pada Juni atau Juli 2018 mendatang.
           

    Ketua Tim Legal Advokasi Penghapusan Hukuman Mati (AHPM) Stefanus Roy Rening di Rutan Maumere, Kamis (6/10), mengatakan permohonan PK merupakan upaya hukum atas keputusan MA yang sebelumnya telah memvonis pidana mati bagi HJM. Vonis pidana mati dilakukan secara voting oleh majelis hakim di tingkat kasasi.
           

    Untuk mendukung permohonan PK, jelas Roy Rening, telah dibentuk Tim AHPM dengan Koordinator Tim Pater Nobert Bethan, SVD. Tim AHPM terdiri dari dua tim lagi, yaitu Tim Paralegal di bawah koordinir Pater Paul Rahmat, SVD, dan Tim Legal di bawah koordinir Roy Rening.
           

    Upaya hukum PK ini, kata Roy Rening, diajukan dengan dua alasan yaitu adanya bukti baru (novum) dan adanbya kekeliruan atau kekhilafan hakim sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHAP.
           

    Roy Rening menambahkan upaya PK tidak akan diajukan secara terburu-buru karena sesuai ketentuan bahwa permintaan PK tidak dibatasi oleh suatu jangka waktu. Meski demikian Roy Rening menolak bahwa tidak terburu-buru Tim AHPM mengajukan PK sebagai bentuk mengulur-ulur pelaksanaan eksekusi mati.
           

    Dalam kurun waktu sampai dengan rencana pendaftaran permohonan PK tahun depan, Roy Rening mengatakan Tim AHPM akan melaksanakan beberapa kegiatan untuk mendukung penyusunan memori PK. Kegiatan itu antara lain rekonstruksi kembali kasus ini, termasuk menggelar seminar hak-hak azasi manusia.
           

    Sehubungan dengan vonis pidana mati bagi HJM, Roy Rening mengatakan putusan pidana mati di tingkat kasasi itu dilakukan secara voting oleh majelis hakim majelis karena terdapat perbedaan pendapat atau dissenting opinion di antara majelis hakim.

    “Dua hakim anggota yakni Gayus Lumbun dan Dudu D. Machmudin memperberat mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman mati, sedangkan dalam putusan kasasi aquo ketua majelis yaitu Hakim Agung Timur P. Manurung menyatakan pendapat yang berbeda dengan menjatuhkan pidana yang lebih ringan yaitu penjara selama 15 tahun,” jelas Roy Rening.

    Menurut Roy Rening, ada empat hal yang menjadi pertimbangan Timur Manurung dalam meringankan hukuman HJM. Pertama, bahwa HJM telah mencoba membujuk korban untuk mendapat perawatan di rumah sakit tetapi korban menolak sampai akhirnya meninggal dunia. Kedua, bayi kesdua lahir dan meninggal pada saat HJM tidak berada di tempat, karena sebelumnya tidka ada tanda-tanda korban sakan melahirkan sehingga tidak ada yang memberi pertolongan terhadap korban.

    Ketiga, ditemukan satu bungkus plastik berisi pakaian bayi, yang artinya terdakwa telah mempersiapkan kehadiran bayi kedua untuk menjadi anaknya, karenanya dakwaan pembunuhan berencana in casu tidak termasuk terhadap bayi kedua. Keempat, HJM telah berusaha menolong korban karena HJM telah menyiapkan alat-alat infus untuk korban, tetapi ternyata gagal untuk menolong korban.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.