• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Iptek
     
    AMAN Desak Bupati Nagekeo Batalkan Pembangunan Waduk
    ALEX | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 13:11 WIB            #IPTEK

    AMAN
    Warga Rendu Demo Tolak Pembangunan Waduk Beberapa Waktu Lalu

     

    ENDE,FLOBAMORA.NET - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga mendesak agar Bupati Nagekeo, Elias Jo segera membatalkan rencana Pemerintah Nagekeo membangun mega proyek waduk Lambo di wilayah adat Rendu Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo.

     

    Ketua AMAN Nusa Bunga, Philipus Kami ketika ditemui di Ende, Jumat (21/10) mengatakan, pernyataan yang sama juga disampaikannya saat melakukan diskusi bersama tokoh masyarakat adat Rendu, tokoh masyarakat Desa Rendu Butuwe, Ulupulu dan Labolewa serta segenap elemen masyarakat yang ada di Desa Rendu Butuwe, Minggu (16/10) lalu.

     

    Menurut Philipus Kami, masyarakat adat Rendu merupakan salah satu anggota AMAN Nusa Bunga. Karena itu, pihaknya merasa bertanggungjawab terhadap komunitas adat yang ada di wilayah tersebut.

     

    Disebutkan, hutan dan tanah adat yang ada di wilayah tersebut bukan hutan Negara, sehingga kata dia, sangat keliru jika pemerintah mengklaim tanah dan hutan yang ada di komunitas adat itu sebagai tanah atau hutan negara.

     

    “Pemerintah jangan mengklaim kalau hutan itu hutan negara karena hutan itu adalah hutan adat. Hutan adat bukan hutan Negara, sehingga pemerintah jangan mengklaim kalau tanah di komunitas adat sini adalah tanah Negara,” sebut dia.

     

    Anggota DPRD Ende ini lebih lanjut mengatakan, jika pemerintah terus memaksakan kehendak untuk membangun waduk di kawasan itu, maka pemerintah sama saja mengabaikan nilai–nilai budaya lokal dan tidak mengakui kehidupan masyarakatnya sendiri.

     

    “Saya melihat pemerintah tidak arif kalau tetap ngotot membangun waduk disini. Padahal, masyarakat dengan tegas telah menolaknya. Pemerintah bisa dikatakan secara sengaja mengabaikan hak–hak dasar masyarakatnya sendiri,” sebut politisi Partai Demokrat itu.

     

    Sementara itu, Kepala Desa Rendu Butuwe, Yeremias Lele sebut Philipus Kami, sudah menyatakan bahwa selaku pimpinan tertinggi pemerintahan Desa Rendu Butuwe telah melayangkan surat penolakan kepada Pemerintah Nagekeo terkait pembangunan waduk itu, namun hingga kini surat tersebut dimentahkan dan tidak digubris oleh Bupati Nagekeo, Elias Jo. Bahkan, isu terakhir yang berkembang kata dia, kalau Kades Yeremias akan dipecat dari jabatannya karena membela hak masyarakatnya.

     

    “Kades Rendu telah melayangkan surat penolakan kepada bupati, namun surat yang dilayangkan tersebut tidak ditanggapi oleh Pemerintah Nagekeo,” katanya.

     

    Sementara itu, warga Rendu sampai kini terus berharap agar Pemerintah Nagekeo meninjau kembali dan membatalkan pembangunan waduk di sekitar lokasi permukiman penduduk karena kata Philipus Kami, pembangunan waduk akan mengorbankan masyarakatnya.

     

    “Saat diskusi bersama warga beberapa waktu lalu mereka terus berharap agar pemerintah benar–benar mendengarkan aspirasi mereka, sehingga pembangunan waduk itu tidak mengorbankan masyarakat,” pungkas Philipus Kami yang akan terus berjuang bersama masyarakat adat Rendu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.