• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pengungsi Rokatenda Mulai Direlokasi
    ALBERTO | Senin, 03 Maret 2014 | 15:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pengungsi
    Pengungsi Rokatenda

     
    Kupang, Flobamora.net - Sebanyak 262 keluarga korban letusan Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur telah mengikuti relokasi tahap pertama, Senin (3/3).

    Ratusan keluarga tersebut dipindahkan dari lokasi pengungsian di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka ke lokasi permukiman mereka yang baru di Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat.

    "Setiap keluarga pengungsi menerima lahan untuk pembangunan rumah dan uang sebesar Rp15 juta," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Femmy Bapa yang dihubungi, Senin (3/3).

    Akan tetapi dari jumlah tersebut, hanya 243 keluarga yang menempati lahan yang disiapkan pemerintah. Sisanya 19 keluarga menerima hibah tanah untuk pembangunan rumah dari keluarga. Dengan demikian, masih 113 keluarga pengungsi yang masih menempati lokasi pengungsian.

    Sesuai rencana, pengungsi yang masih bertahan ini akan direlokasi ke dua lokasi permukiman di Pulau Besar di abgian utara Sikka. Ia mengatakan saat ini peralatan berat masih terus bekerja membersihkan lokasi permukiman di Palue. "Pembersihan lokasi permukiman sudah mencapai 90 persen dan segera selesai dalam waktu dekat," ujarnya.

    Menurutnya pengungsi yang direlokasi tersebut selama ini bermukim di zona bahaya Gunung Rokatenda. Pemerintah telah mengeluarkan larangan kepada warga untuk mengosongkan zona tersebut secara permanen guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya saat ini status Rokatenda masih waspada.

    Pemerintah juga telah memasang tanda-tanda larangan di radius sekitar tiga kilometer dari puncak gunung yang isinya melarang warga mamasuki wilayah tersebut. Kendati begitu, warga masih terus melanggar. "Warga pulang ke rumah mereka di kaki gunung dengan alasan menengok rumah dan kebun mereka kemudian kembali lagi ke tempat pengungsian," ujarnya.
     
    Sebelumnya Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)Bandung minta pemerintah daerah setempat tetap merelokasi warga yang bermukim di zona merah Zona merah atau sekitar tiga kilometer dari puncak kawah.karena gunung tersebut masih berpotensi meletus lagi. Petugas PVMBG diperkirakan masih sekitar 75 persen dari 5,1 juta meter kubik volume lava Rokatenda belum dimuntahkan. Karena itu potensi Rokatenda meletus lagi sangat besar.   

    Gunung Rokatenda setinggi 875 meter di atas permukaan laut saat ini masih berstatus siaga, sedangkan wilayah yang masuk zona merah dan rawan terkena semburan lahar gunung Rokatenda ialah Dusun Awa, Ugo, Oka Cere di Desa Nitungle,  Dusun Poa dan Cawalu di Desa Rokirole, Dusun Lei dan Nara di Desa Tuanggeo, Dusun Wolondopo dan kampung Ona di Desa Kesokoja.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.