• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Ini Gejala yang Muncul Setelah Terinfeksi HIV
    ANA DEA | Senin, 14 November 2016 | 07:33 WIB            #GAYA HIDUP

    Ini
    Ilustrasi

     

    FLOBAMORA.NET - Banyak orang yang tidak sadar telah terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Umumnya memang tidak ada gejala awal ketika virus baru masuk ke dalam tubuh karena masa inkubasi virus rata-rata mencapai 5-10 tahun.

     

    Gejala terinfeksi HIV bisa saja baru terasa 10 tahun kemudian. Saat itu pun pasien sudah terkena AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) akibat infeksi HIV.

     

    "Biasanya ada gejala yang paling sering muncul tapi enggak berat, yaitu sering flu," ujar Konselor HIV/AIDS di RSUD Provinsi Kepulauan Riau, dr Dwinita Vivianti, SpPD saat ditemui di Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

     

    Serangan flu mungkin tidak jelas apakah sebagai gejala HIV/AIDS, alergi, atau sakit biasa. Flu yang perlu dicurigai gejala HIV/AIDS adalah jika sebelumnya jarang terkena flu, tapi tiba-tiba sering flu, atau pun sebelumnya pernah melakukan hubungan seks berisiko, atau menjadi pengguna jarum suntik bergantian.

     

    Dokter yang akrab disapa Vivi itu memaparkan, pada dasarnya dalam penyakit HIV/AIDS dikenal adanya gejala mayor dan minor. Gejala mayor antara lain, batuk kronis lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari 6 bulan, demam terus menerus.

     

    "Dalam satu bulan, berat badan bisa turun 10 persen dari berat badan awal," terang Vivi.

     

    Adapun gejala minor antara lain, sariawan di mulut yang tak kunjung sembuh, penyakit kulit yang tak sembuh-sembuh meski sudah diberikan obat oleh dokter, muncul kotoran putih di mulut, bahkan sarkoma kaposi atau muncul biru-biru yang menonjol di kulit.

     

    Pasien juga jadi mudah lelah yang bekepanjangan karena kadar hemoglobin turun. "Semua itu terjadi karena daya tahan tubuhnya turun semua akibat ada virus," katanya.

     

    Gejala terinfeksi HIV yang muncul pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada daya tahan tubuh. Gejala tersebut bisa saja mulai terasa jelas puluhan tahun kemudian.

     

    Untuk menurunkan kasus penularan HIV, Vivi mengimbau masyarakat untuk menghindari risiko penularan HIV. Jika telah menjadi kelompok yamg berisiko tertular HIV, sebaiknya segera tes HIV, meskipun saat itu masih merasa sehat. Lebih cepat ditangani, penyakit akan lebih ringan dibanding baru diketahui setelah terkena AIDS.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.