• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menanam Mangrove,Menuai Ikan
    BENNY K.ASSAN | Selasa, 06 Desember 2016 | 13:02 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menanam
    Penanaman Mangrove

     

    LEWOLEBA,FLOBAMORA.NET - Aksi Penanaman Mangrove kini menjadi salah satu agenda rutin Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Lembata. Setelah mendulang sukses memobilisasi ratusan anak dalam Aksi Tanam Mangrove Selamatkan Teluk Lewoleba, forum ini kembali menanam sedikitnya 3 ribu bibit mangrove di Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. Hingga awal November 2016, forum ini terhitung sudah menanam lebih dari 6 ribu anakan mangrove di sejumlah pantai Kabupaten Lembata.

     

    Akhir Oktober lalu, aksi yang sama dilakukan di Desa Jontona Kecamatan Ile Ape..  Kali ini, pola tanam yang digunakan yakni menanam langsung buah mangrove yang langsung di ambil dari hutan mangrove sekitar lokasi kegiatan. Sedikitnya, 3 ribu bibit mangrove berhasil ditanam kali ini.

     

    Alex Raring, Ketua Divisi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (MAPI) F-PRB Lembata mengatakan, pilihan menanam langsung buah mangrove, dipandang lebih cocok terkait kemampuan adaptif bibit seperti itu.

     

    “Kali ini kita tanam langsung buahnya. Media lumpurnya di sini cukup bagus dan jumlah bibit juga banyak. Ini di teluk dan gelombang pasang juga tidak seekstrim di wilayah lain yang langsung menghadap laut lepas. Jadi kami optimis, ” tandas Raring.

     

    Semenara itu, Basuki Hariyanto, anggota F-PRB Lembata lainnya menghimbau masyarakat Jontona untuk secara rutin melakukan perawatan.

     

    “Kita tanam langsung buah. Kalau bisa bapa mama di sini lebih sering kontrol karena ada hama seperti siput yang menempel di bibit. Itu harus dibuang. Juga sampah yang dibawa gelombang sering tempel dan itu bisa mengganggu pertumbuhan bibit,”jelas Basuki yang sehari-hari bertugas di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata.

     

    Forum juga memotivasi masyarakat untuk ikut aktif menanam mangrove, terkait hubungan erat tanaman mangrove dan kelestarian eksosistem pantai di sekitarnya.

     

    “Kalau kita omong soal mangrove berarti omong juga tentang ikan. Karena hutan mangrove itu menjadi tempat pemijahan ikan, udang yang nanti menjadi makanan bagi ikan yang lebih besar. Intinya rantai makanan terjaga. Jadi aksi kita ini tidak hanya untuk abrasi. Tapi juga soal bagaimana supaya ikan di wilayah ini tetap lestari, ” jelas Alex Raring yang juga Ketua Divisi MAPI F-PRB Lembata.

     

    Aksi tanam mangrove ini akan terus berlanjut di 10 desa yang terletak di pesisir pantai Lembata. Ke-10 desa tersebut, menjadi target dukungan forum, berkaitan dengan proyek Ketangguhan Pulau yang sedang dijalankan dua lembaga anggota forum tersebut yakni Plan International Indonesia Area Lembata dan Yayasan Bina Sejahtera (YBS) Lembata.

     

    Meski demikian, partisipasi masyarakat setempat menjadi faktor pendukung utama keberhasilan aksi-aksi serupa. Oleh karena itu, forum bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, sebelumnya ikut membantu pembentukan Tim Siaga Bencana (TSB) di wilayah tersebut.

     

    Ketua Tim Siaga Bencana Desa Jontona, Yulius Making mengatakan aksi penanaman tersebut adalah salah satu rencana aksi TSB dalam proyek Resilience Island /Ketangguhan Pulau yang dilaksanakan Plan International Indonesia Program Area Lembata bersama Yayasan Bina Sejahtera (YBS) Lembata.  Proyek ini mendapat dukungan dana dari Kementerian Luar Negeri Jerman.

     

    “Rencana ini muncul bersama beberapa desa lain pada saat kegiatan bersama Plan dan YBS dalam program itu. (Resilience Island, pen). Jadi kami dari TSB Jontona mulai kumpulkan bibit dan tanam ini. Hari ini tanam 3000. Kami targetkan 10.000 jadi masih sisa 7000 anakan yang akan kami tanam lagi. Terima kasih banyak karena teman-teman dari Forum (F-PRB Lembata, red) sangat mendukung dan ikut pada hari ini,” tandas Yulius.

     

    Upaya penguatan komunitas di kawasan pesisir Pulau Lembata yang melibatkan F-PRB Lembata dalam proyek Resilience Island, setidaknya menargetkan 2 capaian ketangguhan yakni ketangguhan masyarakat desa dan Sekolah Aman.

     

    “Kita punya pilot proyek di 10 desa pesisir. Nah...aksi seperti ini merupakan upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan juga di sekolah. Jadi untuk capaian Desa Tangguh dan juga Sekolah Aman. Karena hampir semua sekolah dari 10 desa ini terletak di pesisir pantai. Jadi selain rumah penduduk, lingkungan sekolah juga rentan terhadap ancaman abrasi,” tandas Thamrin optimis.

     

    Kabupaten Lembata terkenal dengan potensi ikan yang menjanjikan. Keberdaan beberapa teluk yang teduh, menjadi salah satu pendukung pemijahan ikan hingga rantai makanan di ekosistem laut yang berkontribusi positif bagi populasi berbagai jenis ikan.

     

    Hutan mangrove punya peran besar untuk menjaga mata rantai tersebut. Merusak mangrove sama dengan membunuh ikan. Tidak menanam mangrove pun sama saja dengan mengusir ikan. Terus tanam mangrove, membangun rumah nyaman bagi ikan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.