• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tokoh Agama di Sikka Doakan Aceh dan Bandung
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 11 Desember 2016 | 16:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tokoh
    Tiga tokoh agama di Kabupaten Sikka sedang menyalakan lilin sebelum memberikan renungan seruan kebangsaan dalam doa bersama untuk Indonesia, Jumat (9/12) di Maumere Kabupaten Sikka

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Gempa di Aceh dan peristiwa pembubaran ibadah di Bandung menggerakkan ratusan umat lintas agama dan etnis di Maumere Kabupaten Sikka Provinsi NTT menggelar doa bersama. Di antaranya tiga tokoh agama, yakni Pater Yance pemuka agama Katolik, Haji Abdul Wahab Rasyid pemuka agama Islam yang juga Ketua MUI Sikka dan Ketut Darmika pemuka agama Hindu.
           

    Doa bersama dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani, persis di depan Kantor Bupati Sikka, Jumat (9/12). Kegiatan ini mengusung tema Pray for Indonesia, dari Maumere untuk Nusantara, doa untuk Aceh dan solidaritas untuk Bandung. Seluruh kegiatan ini difasilitasi oleh para jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (Awas).
           

    Ratusan elemen yang hadir itu antara lain dari PMKRI Maumere, PMII Sikka, Remaja Masjid, Pemuda GMIT, Wanita Katolik Cabang Maumere, Askama, Wahana Tani Mandiri, pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat masyarakat orang perorang. Semua peserta kusyuk mengikuti doa dan renungan yang berlangsung selama lebih kurang dua jam.
           

    Acara doa dan bersama ini dikemas sangat sederhana. Masing-masing pemuka agama diberikan kesempatan membawakan renungan yang sifatnya berisikan seruan kebangsaan.

    Abdul Wahab Rasyid mengatakan toleransi beragama di Kabupaten Sikka sudah berlangsung cukup lama. Muslim yang jumlahnya sedikit di daerah ini tidak merasa minoritas, demikian pun umat Katolik tidak merasa sebagai mayoritas. Toleransi seperti ini, terangnya, harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain.

     

    Vicky da Gomez mewakili Awas Sikka mengatakan jurnalis di Sikka harus  menjadi garda terdepan untuk menjaga kebhinekaan di negara ini. Dia juga meminta masyarakat untuk mendoakan sesama saudara di Aceh yang sedang terkena bencana gempa bumi.

     

    Doa yang tulus, katanya, sekiranya bisa meringkankan beban penderitaan masyarakat yang menjadi korban.

    Usai kegiatan semua partisipan ramai-ramai foto bersama sambil meneriakkan NKRI harga mati. Tampak seorang muslimah yang masih muda usia sempat meneteskan airmata melihat tingginya toleransi beragama di Kabupaten Sikka.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.