• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    TTU Hentikan Sementara Pengiriman TKI ke Luar Negeri
    ALBERTUS VINCENT REHI | Jumat, 16 Desember 2016 | 13:16 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    TTU
    Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandez

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sudah satu tahun menghentikan sementara (moratorium) pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.


    "Moratorium TKI sudah kita berlakukan sejak Januari 2016," kata Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez, Jumat (16/12)


    Fernandez mengatakan, moratorium TKI tersebut masih terus dilakukan hingga dua sampai tiga tahun ke depan sembari menunggu kesiapan pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) untuk TKI.


    Terkait kesiapan BLK, katanya, rencana pembangunananya sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.


    "Kita berharap agar BLK ini secepatnya dibangun sehingga calon tenaga kerja bisa diberikan keterampilan dan bekal yang memadai sebelum diberangkatkan menjadi TKI di luar negeri," katanya.


    Ia mengakui meskipun kebijakan tersebut mendapat pertentangan dari pihak tertentu terutama perusahaan-perusaahan jasa ketenagakerjaan, namun hal itu dilakukan untuk menjaga agar masyarakatnya tidak diperlakukan secara semena-mena di tempat kerja.


    Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi TKI terkait minimnya keterampilan kerja yang membuat mereka lalai dalam bekerja sehingga bisa berdampak pada kekerasan fisik bahkan sampai menimbulkan kematian.


    Untuk itu, katanya, perlu adanya BLK sebagai tempat membina keterampilan kerja sesuai dengan potensi yang dimiliki calon tenaga kerja seperti, menjadi tukang, pembantu rumah tangga, mekanik, penjahit, dan lain-lain.


    "Saya tidak ingin masyarakat menjadi korban kekerasan karena tidak bisa bekerja, untuk itu harus dipersiapkan dengan baik. Lebih dari itu upaya ini juga untuk menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata negara lain," katanya.


    Ia juga mengatakan, langkah moratorium bukan satu-satunya jalan terbaik untuk mengatasi persoalan tenaga kerja di daerahnya.Namun, perlu adanya pembenahan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan berbagai program terutama masyarakat setempat yang mayoritas bermata pencaharian petani.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.