Registrasi     Log In      Bantuan

Selasa, 22 Agustus 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Selasa, 22 Agustus 2017

 

Dukung Pariwisata Daerah, Dirut Pelindo 3 dan Gubenur NTT Titip PR Buat Bupati Sikka
Oleh: Vicky Da Gomez | Rabu, 28 Desember 2016 | 07:42:06 WIB            #Travel

Dukung
Direktur Utama Pelindo 3 Orias Putra Moedak

  Baca Juga

 

MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sikka. Untuk menggalakkannya tidak hanya dengan konsep-konsep di atas kertas. Direktur Utama Pelindo 3 Orias Putra Moedak dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pun menitipkan pekerjaan rumah (PR) bagi Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera.
       

Orias Putra Moedak mengatakan kapal pesiar biasanya membawa peumpang dalam jumlah besar, kurang lebih 2000-3000 orang. Dia mengibaratkan kapal pesiar seperti hotel bintang lima di mana 4-5 hotel bintang lima berjalan sekaligus. Kondisi itu seperti merupakan iklan dan promosi bagi daerah ke lua negeri, tergantung bagaimana penerimaaan masyarakat setempat.
       

Dia menambahkan pelabuhan tujuan wisata di Provinsi NTT sudah cukup banyak. Tapi itu belum bisa menjamin kehadiran kapal-kapal pesiar yang biasa membawa wisatawan asing dalam jumlah banyak. Satu syarat mutlak yang harus dipenuhi bahwa masyarakat dan budaya setempat harus siap menerima. 

 

“Jangan sampai turis datang kemudian hanya berhenti di terminal penumpang. Tujuan turis bukan ke terminal penumpang, tapi harus masuk sampai ke tujuan-tujuan wisata, ini PR buat Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati untuk menyiapkan tujuan wisata di daerah masing-masing,” urai Orias Putra Moedak saat grondbreaking terminal penumpang Pelabuhan Laurens Say di Maumere, Jumat (23/12).
       

Frans Lebu Raya menekankan pentingnya kesiapan masyarakat menerima kehadiran wisatawan asing. Dia mengatakan masyarakat harus dipersiapakn secara sungguh, dan dengan itu maka akan semakin banyak wisatawan asing dan domestik yang datang. Dia meyakini masyarakat Maumere dan NTT pasti sangat ramah menerima setiap tamu yang datang.

Dia juga mengingatkan Bupati Sikka untuk menghadirkan gambaran Sikka yang bisa dilihat sekaligus. Hal ini mengingat wisatawan asing yang menggunakan kapal-kapal pesiar biasanya tidak bisa menikmati seluruh pesona wisata di daerah itu dalam waktu yang singkat. Biasanya, lanjut dia, malam mereka di kapal, pagi turun ke dermaga, lalu keliling Sikka 2-3 jam, sore naik kapal lagi dan seterusnya berlayar ke daerah lain.

“Pak Bupati, sebagaimana saya pernah sampaikan, bahwa tidak mungkin turis itu keliling seluruh Sikka, karena itu gambaran Sikka harus disiapkan di sekitar sini, di sana ada rumah adatnya, budayanya seperti apa, produk daerah seperti apa, sehingga biar pun mereka jalan 30 menit atau 1 jam mereka nikmati tarian hegong, menikmati tenun ikat, menikmati potensi budaya lain lalu kembali lagi ke kapal,” papar Frans Lebu Raya.

Sebagai sektor unggulan, hingga kini Kabupaten Sikka belum memiliki sebuah gambaran utuh tentang kepariwisataan di daerah tersebut yang bisa dinikmati dari satu tempat.

 

Sepertinya pemerintah perlu menyiapkan fasilitas berupa informasi pariwisata secara lengkap di sekitar Pelabuhan Laurens Say sehingga memudahkan wisatawan asing yang durasi kunjungannya sempit.***

   






KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur