• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Sembilan Spot Kawasan Teluk Maumere Sudah Punya Masterplan
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 04 Januari 2017 | 14:26 WIB            #TRAVEL

    Sembilan
    Wairterang di Kecamatanm Waigete menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Sikka

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET  – Kawasan Teluk Maumere bakal menjadi objek pariwisata yang primadona di Kabupaten Sikka. Pemerintah setempat telah menetapkan 9 spot objek wisata, dan masing-masingnya sudah memiliki masterplan.

    Dalam konferensi pers akhir tahun, Sabtu (31/12) di Rujab Bupati di Jalan Eltari, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menjelaskan bagaimana upaya pemerintah memajukan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Di tahun 2016, katanya, pemerintah lebih fokus kepada pengelolaan objek-objek wisata unggulan, seperti wisata bahari, wisata budaya, wisata religi, dan wisata alam. Dan salah satunya adalah kawasan Teluk Maumere.
           

    Menurut dia pemerintah sudah menyusun rencana detail Kawasan Teluk Maumere, dan sudah sampai pada sampai seminar akhir. Dari seminar akhir itu ditentukan 9 spot, antara lain Kajawulu, Perkampungan Wuring, Wairterang, Tanjung Darat, Pangabatang, Pulau Babi, dan Pulau Kambing.
           

    “Rencana detail objek sudah ada, mau diintervensi seperti apa perlu dibuat apa, bahan yang dibutuhkan apa, semuanya sudah detail dengan masterplan. Jadi dalam kaitan dengan objek wisata kita sudah memiliki perencanaan, dengan demikan tinggal secara sinergistas, karena pariwisata tidak bisa dibangusn satu sektor saja, tapi semua sektor kita masuk ke sana sesuai tupoksinya asing-masing,” jelas Yoseph Ansar Rera.
           

    Tentang Kawasan Teluk Maumere ini, Yoseph Ansar Rera menyinggung kegiatan lomba foto bawah laut yang baru-baru dilaksanakan pemerintah. Kegiatan yang awalnya diprediksi sebagai kegiatan kabupaten, ternyata justeru bernuansa internasional karena banyaknya forografer bawah laut yang menjadi peserta.
           

    “Ini mengejutkan karena diikuti oleh 13 negara dengan 30 fotoigrafer bawah laut yang punya kapasitas, mereka pernah juara. Ada 17 (fotografer) dari luar negeri, dan  13 dari Indonesia, dan ini karena ekspose kita dan kerja sama dengan pihak ketiga. Sehingga menurut penyelenggara sesunguhnya ini iven intenasional,” ujarnya bangga.

    Selain pembenahan objek wisata, pemerintah juga melakukan pengadaan sarana dan prasarana pariwisata pendukung, seperti  di Pusat Jananan dan Cinderamata, Replika Betlehem di Kecamatan Nele, termasuk pembenahan di Patung Kristus Raja.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.