• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Olahraga
     
    KLB PSSI Sikka Gagal, Forum Desak Bubarkan Panitia
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 09 Januari 2017 | 15:03 WIB            #OLAHRAGA

    KLB
    Bram Kopong salah satu peserta sedang melakukan protes atas penyelenggaraan KLB PSSI Sikka yang menurutnya proses dan mekanismenya melenceng dari semangat dan roh aturan, Minggu (8/1)

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET – Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Sikka yang dilaksanakan di Lantai 2 Hotel Pelita Maumere, Minggu (8/1), berujung gagal. Forum peserta KLB mendesak panitia dibubarkan dan dibentuk panitia baru yang lebih independen dan memahami mekanisme penyelenggaraan.
           

    Padahal kegiatan KLB PSSI itu baru saja dibuka Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. KLB belum juga memasuki proses persidangan, tetapi suasana sudah mulai panas. Dua utusan klub langsung menghujani interupsi kepada panitia penyelenggara. Yoseph Ansar Rera yang masih berada di ruangan forum langsung keluar ruangan dan meninggalkan arena forum.
           

    Yoseph Nong Sony selaku Manajer Sahlke dan Bram Kopong selaku Manajer PS Putra Samudra mempersoalkan alasan panitia tidak mengundang klub mereka sebagai peserta. Keduanya juga meyakini masih banyak klub yang tidak diundang terlibat dalam rapat tertinggi sepak bola tingkat Kabupaten Sikka ini.

    Keduanya mengatakan klub-klub yang sudah terdaftar secara resmi sebagai anggota PSSI Sikka wajib diundang mengikuti KLB. Mereka menduga panitia tengah berkonspirasi untuk menggolkan calon tertentu sebagai Ketua Askab PSSI Sikka Periode 2017-2021.

    Diketahui bahwa ada 35 klub yang terdaftar pada Askab Sikka. Panitia bukannya mengundang klub yang terdaftar, tapi justeru meminta klub melakukan registrasi sebagai peserta KLB. Pola ini dinilai keliru, karena seharusnya tugas panitia mempersiapkan secara teknis, sedangkan registrasi klub anggota adalah kewajiban Askab Sikka. Uniknya, pada saat registrasi, klub-klub diminta menandatangani dukungan kepada salah seorang calon ketua.

    Selain itu, Yoseph Nong Sony juga mempertanyakan penggunaan kata luar biasa pada kongres. Hemat dia, masa kerja Askab PSSI Sikka Periode 2012-2016 berjalan normal, sehingga pergantian kepengurusan hanya bisa dilakukan dengan kongres, bukan kongres luar biasa.

    Tentang nomenklatur kongres luar biasa, Ketua Panitia Yohanes D.N. Wangge mengatakan sudah konsultasi dengan Sekretaris Umum PSSI Provinsi NTT Lambertus Tukan. Dia beralasan karena masa bakti pengurus yang lama sudah berakhir.

    Ketua Askab PSSI Sikka Fransiskus Roberto Diego mengaku telah mengeluarkan surat keputusan untuk menggelar kongres sejak awal Oktober 2016 lalu. Tetapi justeru kegiatannya diulur-ulur sampai awal Januari 2017. Buat dia, kepengurusan berjalan normal sesuai tenggang waktu 4 tahun sejak 2012.
    Untuk membuat terang masalah ini, Manajer Waioti FC Edmond Bapa pun membuka Statuta PSSI tentang poin-poin yang berkaitan dengan KLB. Di dalam pasal-pasal tersebut sama sekali tidak ditemukan alasan menyebut kegiatan tersebut berkategori luar biasa.

    Manajer Genchar Benediktus Lukas Raja menyayangkan nomenklatur KLB. Hemat dia, KLB hanya bisa diberlakukan jika pengurus yang lama dianggap gagal menjalankan roda organisasi. Dan secara fakta, katanya, Askab Sikka Periode 2012-2016 telah menjalankan roda organisasi dengan baik sampai pada batas waktu kepengurusan. Menyematkan KLB, serunya, hanya akan membawa citra buruk bagi semua pengurus Askab Sikka.
     

    Lagi pula, tambahnya, jika menggelar KLB maka panitia penyelenggara adalah pihak-pihak yang mendapatkan mandat dari Asprov NTT. Anehnya panitia yang menggelar KLB justeru mendapat tugas dari Askab Sikka yang oleh panitia itu sendiri telah memberi label demisoner.

    Yohanes D.N. Wangge dalam laporan pembukaan mengatakan pengurus yang lama dalam status demisoner. Bram Kopong berpendapat kepengurusan baru bisa disebut demisioner setelah menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Anehnya, meski sudah disebut demisioner, justeru panitia mengagendakan Ketua Askab Sikka sebagai pimpinan sidang. Hal ini makin membuat kesal sejumlah peserta.

    Tarik ulur tentang beberapa soal krusial ini, membuat suasana forum KLB kian panas. Masing-masing pihak bertahan dengan pendapatnya. Sementara itu tidak ada perwakilan dari Asprov NTT yang hadir pada kegiatan ini untuk menengahi perdebatan. Alibi Yohanes D.N. Wangge bahwa KLB sudah disetujui Lambert Tukan, tidak dapat dibuktikan dengan surat persetujuan dari Asprov NTT.

    Roberto Diego yang hadir pada kegiatan ini akhirnya ikut mengintervensi. Setelah calling down kurang lebih 15 menit, KLB pun dibuka lagi. Tetapi semua peserta berkeberatan melanjutkan kegiatan ini. Peserta hanya mau melanjutkan jika rapat tertinggi berlangsung dengan mekanisme kongres. Akhirnya KLB PSSI diambialih Askab Sikka, dengan membentuk panitia penyelenggara yang baru.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.