• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Petani di Sumba Timur Terancam Gagal Tanam
    ALBERTUS VINCENT REHI | Selasa, 10 Januari 2017 | 21:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Petani
    Kekeringan yang melanda sebagian wilayah di kabupaten Sumba Timur

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET – Petani  di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam gagal tanam karena kekeringan yang melanda daerah itu dalam satu bulan terakhir ini.

     

    Tokoh masyarakatKecamatan Lewa, Sumba Timur Umbu Ndata kepada sejumlah wartawan Selasa (10/1) mengatakan, kekeringan melanda sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Lewa, Nggaha Oriangu, dan Katala Hamulingu.

     

    “Hampir semua desa di Kabupaten Sumba Timur mengalami kekeringan Saat ini baru sekitar 15 persen saja yang sudah menanam padi di sawah, yaitu petani yang memiliki lahan di daerah sekitar irigasi Kambuhapang dan Mataiyang di Kecamatan Lewa. Sedangkan petani yang memiliki sawah tadahan mereka sudah tanam, tapi karena tidak hujan selama kurang lebih satu bulan yang menyebabkan padi mati,” kata Umbu Ndata.

     

    Bukan hanya itu saja lanjut Umbu Ndata, dampak dari kekeringan itu menyebabkan bibit yang sudah disebar tidak bisa ditanam lagi. Karena itu, dia berharap pemerintah setempat bisa membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang saat ini melanda masyarakat khususnya para petani.

     

    Sementarea Bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora membenarkan soal kekeringan itu dan pihaknya sudah menindaklanjuti persoalan itu.

     

    Menurut Gideon, pemerintah daerah sudah memberikan bantuan benih padi dan jagung kepada masyarakat petani untuk musim tanam tahun ini. Namun karena curah hujan di wilayah Sumba Timur dan daerah sekitarnya yang sedikit sehingga menyebabkan petani gagal tanam.

     

    “Untuk di Sumba Timur sudah satu bulan tidak hujan. Hanya beberapa kecamatan saja yang mengalami hujan, yakni kecamatan Pinupahar, Tabungdung dan Kananggar. Itu pun intensitas hujan rendah”, kata Gideon.

     

    Dengan adanya kondisi ini, kata Gideon, pihaknya mendorong kepada masyarakat petani di daerah pesisir untuk membudidayakan rumput laut, dan juga mengoptimalkan lahan daerah sungai***.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.