• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dua Tahun Ditutupi, Terungkap Oknum Kepsek di Sikka Isap Kemaluan Siswa
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 11 Januari 2017 | 21:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dua
    Salah satu orang tua korban sedang menyampaikan laporan kepolisian, Rabu (11/1), atas dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET – Empat siswa Kelas VI SDNI Wutik di Kecamatan Koting D Kabupaten Sikka memperkarakan S, kepala sekolah mereka. S dituding telah melakukan pencabulan, bahkan dia sempat mengisap kemaluan salah satu siswa.

    Kasus ini dilaporkan oleh orangtua wali dari para korban ke Mapolres Sikka, Rabu (11/1). Atas laporan tersebut pihak keamanan langsung menjemput S di sekolah untuk dimintai keterangan.

    Peristiwa pencabulan ini terjadi sejak tahun 2015 yang lalu. Masalah ini baru terungkap Selasa (10/1), setelah CCF salah satu korban, 11 tahun, berani membongkar kepada seorang anggota Brimob.

    Mendengar cerita ini, Brimob kemudian berkoordinasi dengan Tim Relawan untuk Kemanusian Flores (Truk-F). Setelah ditelusuri akhirnya terungkap lagi tiga orang korban, masing-masing ARR, 11 tahun, YJM, 12 tahun, dan KF, 14 tahun. Diperkirakan masih ada korban lain yang belum berani mengaku. Satu di antaranya teridentifikasi berinitial HDR, kini tamat dan melanjutkan studi ke sekolah menengah pertama.

    CCF yang ditemui wartawan usai memberikan keterangan kepada polisi, mengatakan dia dua kali menjadi korban pencabulan. Pertama pada tahun 2015 di ruang kepala sekolah saat dia di bangku Kelas V. Dan kedua pada tahun 2016 di ruang perpustakaan saat dia Kelas VI.

    Di kejadian pertama, CCF bersama YJM diminta untuk megambil buku di ruangan kepala sekolah. Sesampai di situ, S langsung memegang baju bagian belakang CCF. Melihat itu YJM langsung kabur. S lalu membuka celana korban, memegang kemaluan, kemudian mengisapnya. S memberikan uang Rp 20.000 kepada CCF.

    Kejadian kedua waktu itu CCF ke perpustakaan untuk mencari buku. Ternyata di sana sudah ada S sedang membaca. Koran tidka bisa menghindar, karena S langsung mencengkeram bajunya. Alhasil praktik cabul pun terjadi, dan kali ini korban diberi uang Rp 10.000.

    CCF mengaku tidak berani melaporkan persitiwa pencabulan itu kepada orang tua. Dia mengaku diancam akan dipukul jika menginformasikan perilaku S kepada siapa saja.

    “Dia ancam akan pukul saya kalau lapor ke orang tua atau cerita ke orang lain. Makanya saya takut cerita. Tadi malam waktu ketemu Om Brimob baru saya berani cerita,” terang CCF di Mapolres Sikka.

    YJM dan ARR juga mengaku dicabuli sang kepsek. Tetapi perlakuan terhadap keduanya agak berbeda. Guru PKN dan Matematika itu hanya mengelus-elus paha dan mencium bagian tubuh mereka.

    Perilaku pencabulan S ini tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan, dan biasanya hanya pada seorang korban saja. Belum diketahui siswa mana yang lebih dulu menjadi korban.

    Saat sekarang S sudah diringkus aparat keamanan. Pria yang sudah beristri dan punya empat orang ini, kini sedang dimintai keterangan. Kasat Reskrim Polres Sikka Andriz Setiawan mengatakan S baru mengaku hanya peluk-peluk dan elus-elus saja.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.