• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 24 Februari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    TruK-F Kutuk Pelaku Pencabulan
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 12 Januari 2017 | 13:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    TruK-F
    Pimpinan TruK-F Suster Eustachia, SSpS (tengah) mendatangi Mapolres Sikka, Rabu (11/1) untuk bertemu dengan para korban pencabulan

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET  – Amarah besar keluar dari mulut Pimpinan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F), Suster Eustachia, SSpS. Dia mengutuk keras S, oknum Kepala SDNI Wutik yang telah melakukan pencabulan terhadap empat orang siswa sekolah tersebut.
           

    “Supaya wartawan menulis dengan tegas, dan kami mengutuk perbuatan ini, karena itu saya memang mau ke sini untuk mencari tahu lagi, karena kemungkinan (korban) bukan hanya mereka empat, kami sedang meniliti dan kita akan mencoba untuk mencari tahu lagi, pasti pebih bayak lagi (korban),” seru Suster Eustachia di Mapolres Sikka, Rabu (11/1).
           

    Suster Eustachia memang sengaja datang ke Mapolres Sikka untuk menemui empat siswa SDNI Wutik yang menjadi korban pencabulan. Dia sempat bertemu dengan Kasat Reskrim Polres Sikka Andriz Setiawan dan berbincang-bincang sebentar. Setelah itu Andriz Seiawan mengantar Suster Eustachia ke ruangan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Di ruangan itu para korban sedang dimintai keterangan.

    Suster yang sudah gaek itu mengaku menyesal terjadinya peristiwa pencabulan. Apalagi itu dilakukan oleh seorang kepala sekolah yang notabene adalah pendidik dan pengajar. Bagia dia, seorang guru harus memberikan teladan yang paling baik, dan mendidik anak-anak dengan penuh sukacita.

     

    Dia menganggap perbuatan guru itu adalah sebuah kejahatan. Dan karena itu patutlah S dipecat karena dia tidka pantas menjadi guru dan pendidik.
    Menurut Suster Eustachia, perilaku jahat seperti ini sekarang sudah menjadi trend. Model seperti ini, katanya sedang dikembangkan di berbagai daerah.
           

    “Kami pernah ke Batam, di sana kami sudah lihat ada satu orang dari Australia yang kerjanya hanya untuk mencari pelaku-pelaku yang melakukan perbuatan semacam ini, dan itu kami punya gambaran, polisi sudah tahu,” ceritanya.
           

    Selain mendesak S harus dipecat, Suster Eustachia juga mendorong agar pihak kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Dia tidak menyetujui hukuman kebiri sebagaimana yang diberlakukan sekarang ini. Hemat dia, pelaku mesti dihukum yang berat, misalkan dengan 20 tahun hukuman penjara. Dengan hukuman yang berat, katanya, bisa menjadi efek jera agar tidak ada lagi guru yang melakukan perbuatan cabul kepada anak-anak didik.
           

    “Kami akan tulis surat resmi kepada Kapolres, agar kasih hukum yang berat, bila perlu 20 tahun. Kebiri saya tidak setuju,” ujar dia.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.