• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 23 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Mahasiswi Unmer Lakukan Penelitian Kasus Cabul Wutik
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 14 Januari 2017 | 14:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Mahasiswi
    Maria Inansia Kartina yang sedang mengikuti program pasaca sarjana di Unmer Malang berniat melakukan penelitian terhadap kasus cabul di Wutik dan kasus pelecehan seksual di Nirangkliung;

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Heboh kasus pencabulan yang dilakukan Kepala SDNI Wutik terhadap empat orang siswanya menarik perhatian Maria Inasensia Kartina. Mahasiswi program pasca sarjana di Uneversitas Merdeka (Unmer) Malang ini berniat melakukan penelitian terhadap kasus tersebut.
           

    Untuk memantapkan niatnya, Maria Inasensia Kartina mendatangi Mapolres Sikka, Kamis (12/1). Dia bermaksud menyampaikan niat tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Sikka Andriz Setiawan. Perempuan yang masih lajang ini diantar oleh Viktor Nekur, salah seorang pengacara yang berpraktik di Kabupaten Sikka.
           

    “Saya sudah bertemu Pak Kasat Reskrim, menyampaikan niat saya melakukan penelitian terhadap kasus pencabulan di Wutik. Nanti termasuk juga kasus pelecehan seksual di Nirangkliung yang terjadi tahun lalu. Pa Kasat menyarankan agar saya menyampaikan surat resmi kepada Kapolres Sikka,” jelas Martia Inasensia Kartina yang mengambil jurusan Magister Manajemen dengan fokus Manajemen Pendidikan.
           

    Saat ini Maria Inansia Kartina berada di Kabupaten Sikka untuk supervisi pengawsas, kepala sekolah dan guru terhadap kinerja guru. Supervisi ini untuk mendukung studinya pada program pasaca sarjana. Kebetulan, di saat sedang supervisi dia mendapat informasi tentang kasus pencabulan di Wutik.

    Rupanya Maria Inansia Kartina pernah mengajar di SMPN 2 Nita, ketika terjadi peristiwa pencabulan di sekolah itu. Persis saat itu, alumni IKIP Budi Utomo Malang ini tenah mempersiapkan diri mengikuti program pasca sarjana. Munculnya kasus pencabulan Wutik makin menarik mantan Guru Bahasa Inggris meneliti perilaku penyimpangan guru terhadap anak murid sendiri.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.