• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Eliminir Lakalantas, Watudiran Butuh Enam Jembatan
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 15 Januari 2017 | 19:28 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Eliminir
    Salah satu titik ruas jalan di Desa Watudiran yang digenangi luapan air sungai, kondisi ini cukup membahayakan kendaraan yang melintas

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Menuju Desa Watudiran di Kecamatan Waigete, setidaknya ada enam titik jalan yang krusial. Luapan air dari sungai menutupi badan jalan, dan bisa berdampak kecelakaan laulintas (lakalntas). Untuk mengeliminirnya, perlu dibangun enam buah jembatan penghubung.

    Seperti yang dialami Flobamora.net ketika mendatangi Watudiran, Jumat (13/1). Kendaraan roda empat harus hati-hati menyeberangi jalan yang terendam luapan air sungai. Badan jalan tidak kelihatan karena terendam air. Sementara di samping kiri kanan jalan langsung berhadapan dengan sungai. Jika lengah saja, kendaraan bisa terperosok ke rendaman air atau justeru ke dalam sungai.
    Kondisi ini akan sangat terasa sekali ketika musim hujan. Kendaraam roda empat atau lebih harus hati-hati melewati enam titik krusial tersebut. Kendaraan roda dua kadang-kadang tidak bisa melewati badan jalan jika luapan airnya cukup tinggi.

    Para pelajar yang hedak ke sekolah dan harus melewati badan jalan ini pun ikut-ikutan mengalami masalah. Banyak di antara mereka terpaksa harus membuka sepatu agar tidak basah. Di salah satu titik, masyarakat membangun jembatan penyeberang darurat dengan bahan-bahan lokal seperti bambu.

    Informasi yang dihimpun, sampai sekarang belum pernah terjadi lakalantas di jalur itu. Tetapi sebaiknya dipikirkan antisipasi untuk mengeliminir. Apalagi ruas jalan ini merupakan jalur alternatif evakuasi bagi pengungsi yang terkena dampak erupsi Gunung Egon.

    Kepala Desa Watudiran Maximus Milianus mengaku prihatin dengan kondisi badan jalan yang ditutupi luapan air sungai. Dia meminta perhatian pemerintah untuk membangun jembatan penghubung sehingga memudahkan transportasi dan mobilitas barang dan manusia.

    “Kalau boleh dibangun jembatan penghubung di enam titik itu. Yah kalau dilakukan secara bertahap juga tidak apa-apa. Prinsipnya agar mobilitas manusia dan barang tidak terkendala,” tutur Maximus Milianus.

    Pantauan Flobamora.net, rata-rata panjang badan jalan yang melintasi sungai tidak sampai 10 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Seorang aparatur sipil negara menilai biaya pembangunan tidak memakan biaya yang besar.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.