• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Januari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    BPJS Kesehatan Launching Fiture Mobile Skrining
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 01 Februari 2017 | 19:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    BPJS
    Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka Ayatullah F. Pomalingo sedang memperkenalkan fitur Mobile Screening dengan menggunakan aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, Rabu (1/2), di Hotel Sylvia Maumere

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET– BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia melakukan Launching Fiture Mobile Srkiring, Rabu (1/2).

     

    Di Kabupaten Sikka, launching dilakukan di Lantai 3 Hotel Sylvia Maumere dalam tajuk Konferensi Pers Mobile Skrining Day.
           

    Hadir pada launching ini Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, Kepala Dinas Kesehatan Maria Bernadina Sadaninu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Simon Subsisi, pimpinan koperasi, biarawan/biarawati, dan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik.
           

    Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka Ayatullah F. Pomalingo menjelaskan selama ini peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Sejalan dengan perkembangan teknologi, metode skrining pun ditambah dengan menggunakan android.

    “Sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone,” jelas dia.

    Aplikasi ini akan mendeteksi dini empat penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner. Aplikasi ini juga menyediakan menu lain yang dapat digunakan untuk mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN-KIS, dan melihat lokasi fasilitas kesehatan.

    Untuk dapat mendeteksi dini riwayat kesehatan, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store. Kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

    Kemudian peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri dari kebiasaan dan aktifitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada sat itu juga.

    “Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” jelas Pomalingo.

    Ia menambahkan, efek jangka panjang dari deteksi dini ini yakni menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan.

    Johan dari BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka langsung melakukan simulasi dan perkenalan fitur kepada peserta launching. Beberapa peserta cukup puas dengan metode ini, karena mereka dapat mendeteksi secara dini riwayat kesehatan yang dialami.

    Paolus Nong Susar pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang membantu peserta dapat mendeteksi secara dini melalui aplikasi Mobile Screening. Dia nerharap para peserta senantiasa mengecek riwayat kesehatan sehingga dapat dideteksi sedini mungkin.

    Sepanjang tahun 2016, BPJS telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi.

    Untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.662 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi. Dan kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 57.692 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.