• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dermaga Feri Ambruk, Diduga Gagal Konstruksi
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:08 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dermaga
    Belum sampai satu tahun, dermaga feri Namangkewa di Kecamatan Kewapante ambruk akibat banjir ROB, Senin (6/2) malam

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Dermaga Feri Namangkewa di Kecamatan Kewapante ambruk, Senin (6/2) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Bagian catwalk dermaga ini roboh diterpa banjir ROB. Diduga, akibat pekerjaan proyek yang gagal konstruksi.
           

    Pantauan wartawan di lokasi kejadian, Selasa (7/2), salah satu catwalk sudah putus. Besi pengaman di sampingnya sudah terlepas, dan terbawa ombak. Praktis, tidak ada lagi jalan penghubung bagi anak buah kapal untuk memasang tali feri.
           

    Gorgonius Nago Bapa, Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Sikka yang ikut memantau di lokasi menduga terjadi korupsi pada pekerjaan fisik dermaga yang belum berumur 1 tahun itu. Dia meminta pemerintah melakukan audit atas pekerjaan dermaga feri.
           

    Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar yang memantau kerusakan dermaga feri ini, belum bisa memastikan robohnya dermaga feri tersebut akibat gagal konstruksi ataukahj karena faktor lain. Dia hanya mengatakan gelombang pasang yang cukup tinggi kurang lebih sepekan ini, bisa jadi salah satu faktor yang membuat dermaga ini roboh.
           

    Heri Ngisol, staf Bidang Angkutan Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi NTT yang tiba pagi tadi dari Kupang, mengelak memberikan keterangan soal dugaan gagal konstruksi. Dia beralasan tidak memiliki kewenangan memberikan pernyataan tentang dugaan gagal konstruksi.
           

    Dia memgaku tidak yakin kalau robohnya dermaga feri tersebut akibat gagal konstruksi. Dia lebih menduga hal itu terjadi kaerna cuaca ekstrim yang terjadi satu minggu terakhir ini.

    “Kalau bilang gagal konstruksi, saya yakin tidak seperti begini rusaknya. Dengan cuaca ekstrim seperti sekarang, tentu akan lebih hancur lagi. Kondisi cuaca seperti ini tidak saja terjadi di Maumere, tetapi di berbagai tempat di perairan NTT juga terjadi cuaca ekstrim,” jelas Heri Ngisol.

    Dermaga feri Namangkewa ini umurnya belum sampai 1 tahun karena baru diresmikan pada Mei 2016 lalu. Proyek senilai Rp 30 miliar lebih ini ada pada Satker Perhubungan Provinsi NTT. Pemkab Sikka sama sekali tidak ikut terlibat sejak perecanaan hingga pelaksanaan.

    “Ini proyek dari provinsi. Kami tidak ikut terlibat, kami hanya tahu terima bersih saja,” jelas Paolus Nong Susar.

    Heri Ngisol menambahkan kedatangannya bersama Santo dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT, hanya untuk memantau kondisi kerusakan yang terjadi pada dermaga feri. Nantinya mereka akan membuat laporan.

    Menyoal perbaikan kembali, Heri Ngisol mengaku Dinas Perhubungan NTT tidak memiliki anggaran. Hemat dia, pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan dengan menggunakan alokasi APBD. Jika biaya perbaikan terlalu tinggi, maka Pemkab Sikka bisa mengajukan usulan ke Dinas Perhubungan NTT untuk kemudian dilanjutkan ke Kementerian Perhubungan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.