• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 18 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menjadikan Kopdit Familia Lembaga yang Mandiri dan Bermartabat
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 26 Februari 2017 | 11:36 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menjadikan
    Ketua Kopdit Familia, Petrus gewa Marang (Kiri) saat diwawancarai

     

    SEBUAH gedung megah berlantai dua kokoh diberdiri di tepi Jalan H.R Koroh Nomor 109, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Letaknya yang sangat strategis menjadi pusat perhatian siapa saja yang melintasi ruas jalan tersebut. Itulah sekilas gambaran tentang gedung kantor Koperasi Kredit (Kopdit) Familia.

    Tidak banyak yang tahu, jika Kopdit ini telah melewati pasang surutnya berkoperasi, bahkan nyaris kolaps pada tahun 2002 lalu. Tidak banyak yang tahu, jika cikal bakal koperasi ini bermula dari sebuah ruangan kecil di belakang Gereja Paroki Sancta Famillia Sikumana.

     Kopdit ini didirikan pada 13 Januari 1995, di Paroki Sancta Famillia Sikumana. Sifat koperasi ini adalah parokial . Ini berdasarkan isntruksi Uskup Agung Kupang, yang mewajibkan masing-masing paroki di wilayah gembalaannya mendirikan satu Kopdit. Rencana itu disambut baik dewan pastoral paroki.

    Tahun ini Kopdit Familai memasuki usia yang ke-21. Tentunya ada beragam catatan, sehingga koperasi ini terus tumbuh dan berkembang di tengah persaingan dengan kopersi-koperasi sejenis  yang bermarkas di Kota Kupang.

    Seperti apa keberadaan Kopdit ini?  Tabloid Flobamora News  mewancarai Petrus Gewa.Marang, Ketua Kopdit Famillia yang juga salah satu pendiri Kopdit ini, Selasa lalu di kediamannya di jalan Ketela, Kelurahan Oepura, Kota Kupang . Berikut penuturan salah satu dedengkot Kopdit di Pulau Timor ini :

    Bisa dijelaskan soal perkembanhgan Koipdit Familia ini ? 

    Baik.. Sebetulnya perkembangan Kopdit Famillia sangat lambat. Sejak berdiri hingga tahun 2002 misalnya, jumlah anggotanya sangat fluktuatif dengan modal sekitar Rp 30-an juta.Selain itu belum ada tim manajemen hingga tahun 2006. Baru pada tahun 2007 sudah terbentuk tim manajemen yang mengelola Kopdit ini secara baik dan profesional. Kendati lambat bahkan tertatih-tatih, pengurus optimistis, Kopdit ini akan berkembang dengan  mengandalkan umat Paroki Sancta Familia sebagai anggotanya. 

    Perkembangan selanjutnya ?

    Kami sepertinya menemukan secercah harapan. Di tahun 2007 pengurus berani mengambil sebuah langkah strategis dengan membentuk tim manajemen yang dipercayakan untuk menata kelola Kopdit tersebut agar lebih bergairah. Bermodalkan Rp 305.000.000 dengan anggota 199 orang dibawah kepemimpinan John R.Dekresano, Kopdit Familia  mulai bergairah.

    Tim manajemen adalah suplemen untuk menggerakkan roda organisasi, agar terus tumbuh dan berkembang di tengah persaingan dengan lembaga keuangan lainnya yang juga hadir di tengah masyarakat.

    Kalau begitu, Tahun 2007  boleh dibilang sebagai tahun kebangkitan Kopdit Familia ?

    Betul. Sejak tahun  2010  Kopdit Familia membeli sebuah ruko yang menjadi cikal bakal gedung kantor hingga saat ini. Dalam perjalanannya, Kopdit ini terus bertumbuh dengan jumlah anggota terus bertambah.

    Dengan penempatan gedung kantor pada lokasi yang strategis, ternyata anggota Kopdit Familia tidak lagi sebatas pada umat paroki tetapi juga umat non katolik pun menjadi anggota Kopdit ini. Hingga tahun 2016 jumlah anggotanya 1.835 orang dengan asset Rp 16 miliar lebih.

    Dari sisi permodalan, bagaimana dengan jumlah simpanan ekuitas ?

    Simpanan ini terus mengalami kenaikan atau peningkatan dari Rp 8,510, 874,979 di tahun buku 2015  menjadi Rp 9,981,251,027 di tahun 2016 atau naik sebesar 17  %. 

    Untuk simpanan anggota, berapa besar jumlahnya ?

    Jumlah simpanan anggota mengalami kenaikan dari Rp 4.336.115.452 pada tahun 2015  menjadi Rp 4,623,147,830 di tahun 2016 atau mengalami kenaikan 6.6 % atau Rp 287,032.378. Sementara modal lembaga meningkat dari Rp 496,076 ,767 tahun 2015 menjadi Rp 738,801,949 tahun 2016 atau naik sebesar 48,09 %.

    Berapa besar dana yang sudah disalurkan untuk pinjaman kepada anggota?

    Pada tahun 2015, jumlah pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 8.119.150.000. Sedangkan di tahun 2016 sebesar Rp 8.499.850.000 atau naik sekitar 4,68 %. Sedangkan jumlah pinjaman yang beredar hingga tahun 2016 sebesar Rp 13.673.235.615.

    Kami dengar, tingkat kelalaian dalam mengembalikan pinjaman juga cukup tinggi. Bisa dijelaskan ?

    Per Desemeber 2016 tingkat kelalaian mencapai 8,96 % dari 7,76 % tahun sebelumnya, atau mengalami  peningkatan 1,20 %.  Ini menyangkut mental anggota yang perlu menjadi perhatian bersama di waktu mendatang.

    Bagimana cara menekan kredit lalai tersebut ?

    Kami punya petugas untuk menagih. Yang cukup sulit adalah mental peminjam. Kita buatkan surat penagihan. Kita juga sudah kerja sama dengan pengacara dan sementara jalan. Ini adalah upaya agar anggota bisa kembalikan uang. Kita belum sampai ke ranah hukum. Kita masih sebatas memberikan pembinaan.

    Apa ada sanksi bagi peminjam yang lalai ?

    Biasanya, jika tiga bulan tidak mengembaalikan pinjaman, kita lakukan penagihan. Ini kan namanya koperasi kredit. Kita perlu lakukan  penagihan, pedekatan dan pembinaan. Kita tidak bisa bertindak lebih dari itu. Kita hanya bisa memberikan pemahaman kepada anggota, bahwa uang yang dipinjam itu milik anggota lain juga eperti tukang ojek, penjual sayur, pemulung dan lain-lain yang perlu meminjam.

     

    Apa kiat untuk mengembangkan koperasi ini ke depan ?

     

    Pengurus Kopdit Familia tentunya punya mimpi besar. Kopdit ini harus menjadi salah satu lembaga keuangan yang patut diperhitungkan, karena empat tahun lagi akan memasuki usia peraknya Stratregi untuk mendapat banyak anggota, tetap utamakan umat yang ada di paroki ini dan terbuka menerima anggota yang non Katolik. 

     

    Tantangan ke depan juga sudah sangat terbuka dan tidak mudah. Di hadapan terbentang nyata, ada sekitar 300 koperasi di Kota Kupang yang berupaya mencari anggota sebanyak-banyaknya. Kita juga punya strategi khusus untuk mendapatkan anggota. Target kami, tahun 2017 jumlah anggota Kopdit Familia sebanyak 2223 orang atau naik 21 % dari jumlah anggota tahun ini 1.835 orang.

    Hal konkrit apa yang akan dilakukan untuk pengembangan Kopdit ini ?

    Perkembangan ke depan itu sangat penting. Kita harus bisa melihat ke depan. Penambahan anggota adalah sebuah keharusan. Di Kupang jumlah koperasi primer ada enam. Mereka semua sudah besar-besar, seperti Swastisari.

    Yang kita buat adalah harus keluar dari wilayah ini. Familia sudah punya SK Koperasi Primer tingkat provinsi. Kami bisa ekspansi ke daerah lain. Sesuai SK, kami bisa bekerja di seluruh pelosok NTT. Saat ini di daratan Timor sudah makin banyak koperasi. Waktunya untuk ekspansi  ke Flores dan Sumba. Tahun ini kami berencana membuka lagi satu TPK di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende setelah sebelumnya di Kecamatan Kelimutu.

    Apa penilaian Anda terhadap manajemen Kopdit Familia saat ini ?

    Bicara soal  manejemen tentunya ada manajer dan karyawan. Berkat kegigihan dan kerja keras mereka, wajah koperasi ini kian berkembang baik. Kinerja mereka sangat baik. Setiap tahun selalu ada pelatihan, sehingga membantu dan menambah pengetahuan mereka di bidang perkoperasian.

    Apa harapan Anda untuk masa depan koperasi ini ? 

    RAT ke-21 tahun ini sangat strategis untuk menentukan arah dan kebijakan usaha dan permodalan selama tiga tahun ke depan menuju pesta perak atau 25 tahun Kopdit Familia pada 13 Januiari 2020 mendatang.Untuk itu, pengurus butuh dukungan dan kerja sama anggota, sehingga koperasi ini menjadi lembaga yang mandiri dan bermartabat.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.