• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pol PP Sikka Larang Pendemo Orasi
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 07 Maret 2017 | 14:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pol
    Pelaksana Tugas Kasat Pol PP Sikka sedang diwawancarai wartawan terkait larangan kepada pendemo menyampaikan pendapat di depan publik, Senin (6/3)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Kebebasan berpendapat di Kabupaten Sikka sepertinya menjadi tantangan tersendiri. Dan itu tampak terlihat nyata ketika Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sikka Yoseph Benyamin melarang pendemo berorasi di Kantor Bupati Sikka.
           

    Larangan berorasi ini terjadi saat puluhan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Kebenaran Masyarakat Desa Kolisia melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Sikka, Senin (6/3). Unjuk rasa ini berkaitan dengan desakan masyarakat kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera agar memberhentikan Kepala Desa Kolisia Emanuel Budu yang tertangkap tangan menggauli istri orang beberapa waktu lalu.

    Yoseph Benyamin dengan menggunakan pengeras suara jenis megaphone meminta orator menghentikan orasi. “Tidak ada orasi lagi, kalau masih ada orasi saya minta aparat untuk amankan,” teriak Yoseph Benyamin.

    Koordinator Forum Peduli Kebenaran Masyarakat Desa Kolisia Aleksius Lexi yang saat itu sedang berorasi dari atas kendaraan pick-up pun langsung berhenti. Selang berapa lama kemudian seorang pendemo naik ke pick up dan berniat orasi, namun dimina berhenti oleh beberapa anggota Satpol PP.

    Yoseph Benyamin yang dikonfirmasi tentang hal ini mengatakan dia tidak melarang para pendemo menyampaikan pendapat. Dia beralasan sesuai pemberitahuan dari Ketua BPD Kolisia bahwa masyaralat ingin bertemu Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, maka pihaknya memfasilitasi pertemuan tersebut. Karena Bupati Sikka ingin bertemu di Lantai 2 Aula Kantor Bupati Sikka, maka tidak perlu ada lagi penyampaian pendapat di depan publik dalam bentuk orasi.
           

    “Mereka datang dengan tujuan menyampaikan aspirasi kepada Bupati, dan Bupati siap terima di dalam ruangan. Kalau sudah ada salurannya, untuk apa lagi orasi di luar, dari pada orasi berkepanjangan, masyarakat dijemur di panas,” alibi Yoseph Benyamin.
           

    Sejumlah pendemo mengaku kecewa dengan larangan menyampaikan pendapat yang diserukan oleh Yoseph Benyamin. Apalagi dengan ancaman akan mengamankan jika pendemo terus melakukan orasi. Mereka beralasan aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai dan telah mendapat izin resmi dari kepolisian.
           

    “Kami menyampaikan pendapat di depan publik, yang diatur oleh undang-undang. Negara melalui kepolisian sudah memberikan kami izin untuk aksi dan menyampaikan pendapat. Jadi Pol PP tidak berkewenangan melarang hak kami berpendapat, kecuali kalau kami melanggar,” tutur salah seorang pendemo yang tidak mau disebutkan namanya.
           

    Yoseph Benyamin menanggapi sederhana kekecewaan pendemo. Dia mengatakan silakan pendemo kecewa karena itu adalah bagian dari hak mereka.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.