• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tanah dan Rumah Batal Dieksekusi, Tergugat Bersedia Bayar Rp 200 Juta
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 17 Maret 2017 | 08:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tanah
    Ratna, beteriak histeris menunjukkan dokumen jual beli tanah antara suaminya Berdi dan Antonius Waru

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Berdi dan Ratna boleh menarik napas lega karena tanah dan rumahnya di Dusun Enak Desa Nele Urung Kecamatan Nele tidak jadi dieksekusi Pengadilan Negeri Maumere, Kamis(16/3). Tapi tidak berarti mereka bebas, karena tergugat ini bersedia membayar Rp 200 juta kepada penggugat.
           

    Kesepakatan ini diambil melalui proses perundingan antara Berdi selaku Tergugat III, Anton Stef selaku kuasa hukum penggugat, dan Antonius Waru sebagai pihak yang menjual tanah seluas 648 m2 tersebut. Hasil kesepakatan itu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, dan kemudian dibuatkan berita acara.
           

    Dalam perundingan antara tiga pihak ini, disepakati bahwa Bardi  diberikan waktu membayar Rp 200 juta dalam kurun waktu 2 tahun. Untuk tahap pertama, dua minggu sejak Kamis (16/3), Bardi wajib mencicil Rp 50 juta. Selain itu, Bardi harus merelakan tanah selebar 2 meter di sebelah selatan rumahnya sebagai jalan masuk bagi penggugat untuk urusan yang lain.
           

    Dengan lahirnya tiga butir kesepakatan ini, proses eksekusi pun dibatalkan. PN Maumere menarik pulang puluhan aparat keamanan yang terdiri dari unsur Brimob Maumere, Polres Sikka dan Satuan Polisi Pamong Praja. Alat berat jenis loader yang sudah disiapkan untuk eksekusi pun akhirnya kembali.
           

    Muhamad Rusdin selaku eksekutor mengingatkan kepada Bardi untuk menepati kesepakatan yang sudah dibuat. Jika Bardi lalai atau sengaja melanggar kesepakatan tersebut, maka pihaknya tidak segan-segan  mengambil tindakan tegas.
           

    Anton Stef menjelaskan sebenarnya dia selaku kuasa hukum penggugat juga tidak sampai hati melakukan eksekusi atas tanah dan rumah tersebut. Namun karena prosesnya hukumnya sudah demikian, maka dia pun mematuhi keputusan MA.

    Karena itu, katanya, dia sangat respek ketika pasca keputusan MA, Bardi dan istrinya datang berkali-kali bertemu dia. Apalagi suami istri ini selalu menangis dengan persoalan hukum yang sedang membelit mereka. Anton Stef mengaku tidak tega dengan kondisi ini, bahkan dia pun sempat meneteskan airmata.
           

    Persoalannya, setiap kali bertemu tidak ada solusi yang bisa disepakati. Anton Stef sudah memberikan tiga alternatif, tapi semuanya tidak ditanggapi serius oleh tergugat. Karena tidak ada tanggapan, akhirnya PN Maumere menjadwalkan waktu untuk eksekusi.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.