• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Honor Pegawai,Bimtek ASN dan DPRD Serap Dana Rp 26 Miliar
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 18 Maret 2017 | 06:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Honor
    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menyerahkan dokumen LKPJ TA 2016 dan 3 buah Ranperda kepada Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, dalam rapat paripurna, Rabu (15/3)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Selama TA 2016, Pemkab Sikka merealisasikan belanja langsung sebesar Rp 480.927.644.186. Di antara komponen belanja langsung ini, terdapat honor ASN dan non ASN, belanja kursus, pelatihan dan bimbingan teknis bagi ASN dan anggota DPRD sebesar Rp 26.944.922.700.
           

    Demikian gambaran salah satu komponen belanja langsung yang disampaikan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera melalui Pidato Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir TA 2016. Pidato pengantar ini disampaikan di depan parpurna DPRD Sikka, Rabu (15/3).
           

    Awalnya Pemkab Sikka mematok belanja langsung sebesar Rp 547.842.610.518. Namun sampai dengan tutup tahun hanya bisa

    direalisasikan sebesar Rp 480.927.644.186., atau setara dengan 87,79 persen.

    Sedangkan belanja pegawai ditetapkan Rp 28.425.455.200, namun hanya terealisasi sebesar Rp 26.944.922.700 atau setara 94,79 persen. Masih terdapat dana sebesar Rp 1.480.532.500 yang tidak bisa dimanfaatkan.

    Selain belanja pegawai, belanja langsung juga membiayai dua komponen lain yaitu belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Belanja barang dan jasa untuk membiayai pelaksanaan program danb kegiatan SKPD antara lain dalam bentuk belanja bahan pakai habis kantor, jasa kantor, premi asuransi, perawatan kendaraan bermotor, kebutuhan barang cetak dan penggandaan, belanja sewa, makan minum, pakaian dinas dan perjalanan dinas.

    Sementara belanja modal untuk membiayai pengadaan tanah, alat angkut darat dan air, alat penglahan pertanian, peralatan dan perlengkapan kantor, pengadaan komputer, meubeler, alat kedokteran, konstruksi jalan, jaringan irigasi, pengadaan buku serta pengadaan jewan ternak dan benih/bibit tanaman.

    Untuk belanja barang dan jasa, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 292.788.801.859 namun hanya terealisasi Rp 258.435.958.424 atau setara  88,27 persen. Terdapat dana sebesar Rp 34.352.843.435 yang tidak dimanfaatkan.

    Sedangkan untuk belanja modal pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 226.628.353.459 dan terealisasi sebesar Rp 195.546.763.062 atau setara 86,29 persen. Masih terdapat dana sebesar Rp 31.081.590.397 yang tidak dimanfaatkan.


    Dari tiga komponen belanja langsung ini, diketahui terdapat dana sebesar Rp 66.914.966.332 yang tidak terserap. Yoseph Ansar Rera tidak menjelaskan secara detail kenapa masih terdapat Rp 66 miliar lebih belanja langsung yang tidak terserap untuk kepentingan masyarakat.


    Sementara untuk belanja tidak langsung, pada TA 2016 pemerintah mengalokasikan dana Rp 671.739.054.009,18 dan terealisasi sebesar Rp 614.863.973.988 atau setara dengan 91,53 persen. Belanja tidak langsung ini merupakan belanja yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.


    Setidaknya ada enam komponen belanja tidak langsung. Pertama, belanja pegawai untuk membayar gaji ASN, pejabat negara, tunjanan represemtasi DPRD, tambahan penghasilan, serta perasional kepala daerah. Kedua, belanja hibah untuk membiayai lembaga pemerintah/semi pemerintah, lembaga sosial masyarakat, lembaga agama/organisasi keagamaan, dan organisasi pemuda mahasiswa.


    Ketiga, belanja bantuan sosial untuk meberian dana bantuan kepada masyarakat yang mengalami risiko sosial. Keempat, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa.


    Kelima, belanja bantuan keuangan kepada pemeritanh desa yang diperuntukkan bagi tunjangan aparat desa dan BPD. Keenam, belanja tidak terduga yang merupakan anggaran belanja yang disediakan tekait dengan penanganan tanggap darurat bencana alam.


    Komponen belanja pegawai dianggarkan sebesar Rp 508.527.004.017 dan terealisasi sebesar Rp 459.208.377.340 atau 90,30 persen. Tersisa anggaran Rp 49.318.626.677. Untuk belanja hibah dianggarkan sebesar Rp  6.368.000.000 dan realisasi Rp sebesar 6.209.200.000 atau 97,51 persen. Anggaran sisa sebesar Rp 158.800.000.


    Untuk belanja bantuan sosial dianggarkan sebersar Rp 500.000.000 dan realisasi sebesar Rp 371.540.000 atau 74,31 persen. Tidak terealisasinya Rp 128.460.000, jelas Yoseph Ansar Rerra, disebabkan pemerintah berupaya secara selektif terhadap pemberian dana bantuan kepada masyarakat yang mengalami risiko sosial sesuai ketentuan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 dan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 agar tidak terjadi permasalahan sebagaimana banyak yang terjadi di berbagai daerah.


    Komponen belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa dianggarkan sebesar Rp 2.700.000.000 yang merupakan bagi hasil pajak daerah kepada desa, dan realisasi sebesar Rp 83.724.300 atau 3,10 persen. Terdapat sisa anggaran sebesar Rp 2.616.275.700.


    Sementara untuk belanja tidak terduga pemerintah menganggarkan sebesar Rp 3.499.785.458,18 dan terealisasi sebesar Rp 478.295.413 atau 13,67 persen. Terdapat sisa anggaran sebesar Rp 3.021.490.045,18.


    Yoseph Ansar Rera mengatakan dengan rincian struktur belanja tidak langsung maka dapat dilihat bahwa belanja tidak langsung bukan saja dialokasikan untuk belanja pegawai saja, tetapi adanya berbagai komponen belanja yang lain. Dengan demikian, simpulnya, belanja daerah didominasi oleh belanja tidka langsung yakni sebesar 55,087 persen.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.