• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pertanian Jadi Sektor Unggulan, Tetapi Serapan Dana Rendah
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 18 Maret 2017 | 13:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pertanian
    Hamparan padi di salah satu kecamatan di Kabupaten Sikka yang sempat terkena angin puting beliung beberapa tahun lalu

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET– Pemkab Sikka boleh berbangga dengan bidang pertanian sebagai salah satu sektor. Tapi ironinya, kucuran dana tugas pembantuan puluhan miliar rupiah dari Provinsi NTT justeru tidak dimaksimalkan secara baik. Terbukti, serapan dana sangat rendah, mengesankan tidak adanya keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera ketika menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir TA 2016, Kamis (15/3), di depan paripurna DPRD Sikka, menjelaskan pada TA 2016, Pemkab Sikka mendapatkan alokasi dana perbantuan dari provinsi sebesar Rp 10.698.420.000 dengan realisasi sebesar Rp 5.084.666.059 atau 47,53 persen.

    Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sikka selaku pengelola, melaksanakan 5 item kegiatan dari dana ini. Pertama, perluasan sawah seluas 150 ha dengan beberapa kegiatan penunjang yaitu penyusunan dokumen lingkungan, operasional dan pengawasan kegiatan perluasan sawah, dan bantuan saprodi. Kedua, intensifikasi kedelai seluas 250 ha tersebar di 25 desa pada 7 kecamatan yang melibatkan 32 kelompok tani. Ketiga, intensifikasi padi seluas 4.300 ha, terealisasi untuk pengembangan padi inbrida seluas 2.700 ha yang tersebar di 50 desa pada 11 kecamatan dengan melibatkan 211 kelompok tani.


    Keempat, pengembangan jagung hibrida seluas 6.000 ha yang tersebar di 140 desa dan 12 kelurahan pada 19 kecamatan dan melibatkan 706 kelompok tani. Kelima, pengembangan desa mandiri benih dilaksanakan di Desa Done Kecamatan Magepanda seluas 10 hektare.


    Ansar Rera beralasan pelaksanaan dana tugas pembantuan tersebut mengalami beberapa permasalahan. Dia menyebutkan antara lain keterlambatan mobilisasi alat berat sehingga mengakibatkan keterlambatan pekerjaan percetakan sawah, operator alat berat kurang memahami secara teknis percetakan sawah sehingga mengakibatkan redahnya realisasai fisik, dan menurunnya debit air irigasi pada musim kemarau sehingga mengakibatkan kegiatan perbanyakan benih jagung komposit mengalami puso dan penurunan produktifitas.


    Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kata Ansar Rera, pemerintah daerah akan membangun koordinasi dengan TNI-AD sebagai pengelola kegiatan, dan diadakannya sumur tanah dangkal pada daerah irigasi yang debit arinya menurun pada musim kemarau.


    Sedangkan untuk beberapa kegiatan yang tidak terlaksana akibat dari rasionalisasai anggaran nasional oleh Kementerian Keuangan, katanya, pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Kementerian Pertanian agar propgram kegiatan dimaksud dapat diluncurkan kembali.

    Selain dari provinsi, Dinas Pertanian dan Perkebunan juga mendapatkan dana dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 4.543.820.000 dengan realisasi sebesar Rp 4.202.048.200 atau 92,48 persen. Kegiatan yang dilaksanakan yakni  peningkatan produksi komoditas perkebunan berkelanjutan untuk mengembangkan tanaman kakao seluas 800 ha, dan penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian untuk pengelolaan air irigasi, perluasan dan perlindungan lahan pertanian, dan fasilitasi pupuk dan pestisida, termasuk dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya.

    Empat Kementerian


    Selain bersumber dari Provinsi NTT, pada Tahun 2016 Kabupaten Sikka mendapatkan juga dana tugas pembantuan dari empat kementerian yakni

     

    Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Dalam Negeri. Dua sumber dana ini dikelola Dinas Sosnakertrans, Dinas Pertanian dan Perkebunan, DKP, dan Dinas Dukcapil.


    Total dana tugas pembantuan yang berasal dari dua sumber dana ini sebesar Rp 26.325.770.000, dengan realisasi sebesar Rp 18.287.565.887 atau 69,47 persen. Itu artinya terdapat dana sebesar Rp 8.038.204.113 yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.