• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Calon Gubernur Perseorangan Harus Dapat Dukungan 8,5 Persen
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 24 Maret 2017 | 19:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Calon
    Juru bicara KPUD NTT, Yosaphat Koli

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET -Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang maju melalui jalur perseorangan atau independen, harus mendapat dukungan 8,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu lima tahun sebelumnya.

     

    “Jumlah penduduk di DPT pemilu terakhir NTT 3.185.121 maka calon perseorangan harus mengajukan 8,5% (delapan setengah persen) atau sebanyak 270.736 orang dan tersebar di 12 kabupaten/kota,” kata Juru Bicara KPU Provinsi NTT, Yosafat Koli di Kupang, Jumat (24/3).

     

    Sesuai ketentuan Undang-undang, maka pelaksanaan pemungutan suara pilkada Gubernur NTT dilaksanakan pada Juni 2018. Merujuk pada UU dimaksud, maka tahapan pilkada gubernur dan sepuluh kabupaten lainnya mulai berproses pada Oktober 2017. Sedangkan pada Desember 2017, akan dimulai tahapan pengajuan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

     

    Yosafat menjelaskan, berdasarkan perolehan kursi di lembaga DPRD NTT, tidak ada partai politik yang bisa mengusung calon gubernur tanpa koalisi.

    Karena itu, semua parpol dipastikan berkoalis untuk mengajukan pasangan calon gubernur. Selanjutnya, jika ada calon perseorangan maka harus mendapat dukungan 8,5 persen dari DPT pemilu sebelumnya.

     

    “Syarat yang diamanatkan Undang-Undang dalam pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yakni berdasarkan perolehan kursi di DPRD NTT, perolehan suara sah pemilu sebelumnya, dan calon perseorangan atau independen,” katanya.

     

    Jika pengusungan paket calon melalui jalur partai politik, maka minimal harus mencapai 20 persen dari total 65 kursi di DPRD NTT atau setara dengan 13 kursi. Dengan persentase itu, maka semua parpol yang memiliki kursi di DPRD NTT harus membangun koalisi karena tidak satu parpol pun memiliki 13 kursi.

     

    Hingga saat ini belum ada gabungan partai politik yang menyatakan koalisi dalam pilkada Gubernur NTT periode 2018-2023. Meski begitu, beberapa bakal calon sudah mulai mensosialisasikan diri misalnya, Ibrahim Agustinus Medah dari Partai Golkar, Ethon Foenay dan Cristian Rotok dari Partai Gerindra, Benny Kabur Harman dari Partai Demokrat, Alex Take Ofong dari NasDem, serta Kristo Blasin, Danial Tagu Dedo, dan Raymundus Sau Fernandes yang bakal ramai berebut pintu PDI Perjuangan.

     

    Selain itu, Lusia Adinda Lebu Raya (Istri Gubernur NTT) juga digadang-gadang masuk dalam daftar survei PDI Perjuangan untuk calon gubernur. Sementara mantan anggota DPR RI, Honing Sani disebut-sebut maju melalui jalur perseorangan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.