• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Brigade Meo Tolak Ormas Perongrong Pancasila
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 16 Mei 2017 | 14:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Brigade
    Pertemuan Brigade Meo dengan DPRD NTT

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET-Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Brigade Meo Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ady Ndiy menegaskan menyikapi situasi bangsa saat ini, maka dengan tegas mereka menolak organisasi masyarakat (Ormas) yang radikal dan merongrong Pancasila. Sebab, Pancasila harga mati untuk bangsa Indonesia.

    "Brigade Meol bukan perjuangkan anti agama atau kelompok minoritas, tapi kami hanya pertahankan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," kata Ady saat bertatap muka dengan pimpinan DPRD NTT di Kupang, Selasa (16/5).

    Ady menegaskan, Brigade Meo bukan organisasi anti agama tertentu, tetapi hanya berjuang dan berkomitmen untuk menolak ormas radikalisme dan merongrong Pancasila. Sejauh ini, masih ada pihak yang memanfaatkan kasus Gubernur DKI Jakarta, Basuki Djahaja Purnama (Ahok) untuk memecah belah bangsa ini dan harus ditolak.

    Brigade Meo juga dengan tegas menolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), upaya makar, dan refrendum di seluruh Indinesia, khususnya di NTT. Kepentingan bangsa di atas kepentingan partai atau golongan apa pun, karena itu Brigade Meo menyampaikan pernyataan sikap tertulis kepada Presiden Joko Widodo tentang situasi bangsa saat ini.

    Ady menyampaikan, Brigade Meo menegaskan guru-guru dan dosen-dosen yang mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila harus dipecat. Pemerintah juga harus lenyapkan buku-buku atau bahan bacaan yang isinya mengajarkan hal-hal yang betentangan dengan pancasila. Lebih dari itu, hakim dan jaksa yang mengadili perkara dengan tidak adil, harus segera dihentikan karena akan merusak citra hukum di tengah masyarakat.

    "Brigade Meo minta hakim yang menangani kasus Ahok harus segera diadili karena sikap mereka bertentangan dengan Pancasila. Sistem peradilan dan penegakkan hukum di Indonesia sedang ditonton di mata dunia. Dunia menilai Indonesia sangat lemah dalam sistem peradilan," tegas Ady.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.