• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    JK Nilai Pemanggilan Boediono Mengganggu
    ANA DEA | Jumat, 07 Maret 2014 | 12:40 WIB            #NASIONAL

    JK
    Dok/Web: Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia

     

    Jakarta, Flobamora.net - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengatakan, Tim Pengawas DPR Century tidak perlu memanggil Wakil Presiden Boediono. Menurut JK, lebih baik proses hukum yang berjalan untuk mengusut kasus Century hingga tuntas.

     

    "Saya rasa tidak perlu (Boediono dipanggil timwas). Ini kan sudah masuk pengadilan," kata JK di Jakarta, Jumat (7/3/2014) siang.

     

    Apalagi, lanjut dia, nama Boediono juga sudah disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Boediono didakwa bersama-sama Budi Mulya terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FJPP) Bank Century.

     

    Boediono, lanjut JK, juga sudah menyatakan kesiapannya untuk bersaksi di Pengadilan Tipikor. JK khawatir pemanggilan Timwas terhadap Boediono justru akan mengganggu proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

     

    "Kalau dipanggil akan mengganggu proses hukum lagi, tidak perlu lah," tambah JK.

     

    Timwas Century telah memutuskan akan kembali memanggil Boediono. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu telah dipanggil dua kali dan selalu tak hadir. Dalam pemanggilan ketiga, Timwas Century akan melakukan pemanggilan secara paksa sehingga perlu bantuan Polri.

     

    Timwas bersikukuh pemanggilan Boediono ini tak akan menabrak proses hukum yang telah ditangani KPK. Boediono dianggap mengetahui semua pihak yang terlibat di balik skandal Bank Century.

     

    Boediono juga bersikukuh menolak datang. Alasan penolakan selalu sama, proses politik kasus Century di DPR sudah selesai dan proses hukum atas kasus itu juga tengah ditangani KPK. Boediono menghormati rekomendasi Panitia Khusus Hak Angket Century dan keputusan sidang paripurna DPR mengenai hak angket Century yang menyerahkan penuntasan kasus kepada penegak hukum.

     

    Ketua DPR Marzuki Alie menolak menandatangani surat pemanggilan Boediono. Alasannya, pemanggilan tersebut menabrak keputusan paripurna sebelumnya. Penanganan kasus Century telah selesai di ranah politik, dan sudah diserahkan pada penegak hukum untuk penuntasannya. Surat pemanggilan ketiga untuk Boediono itu akhirnya ditandatangani oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.



     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.