Registrasi     Log In      Bantuan

Selasa, 22 Agustus 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Selasa, 22 Agustus 2017

 

Belum Ada Sinyal untuk Jembatan Palmerah
Oleh: Albert Vincent Rehi | Kamis, 20 Juli 2017 | 13:28:51 WIB            #Ekonomi & Investasi

Belum
Delegasi NTT dipimpin Gubernur Frans lebu Raya saat berkunjunga ke negeri kincir angin (Belanda) untuk membahasa rencana investasi dan pembangunan Jembatan Palmerah

  Baca Juga

 

KUPANG,FLOBAMORA.NET - Pemerintah Provinsi NTT hingga kini terur berharap rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu, Kabupaten Flores Timur, menjadi bagian dari investasi Belanda di Indonesia

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur, menjadi bagian dari investasi Belanda di Indonesia.

"Belum ada informasi pasti, tetapi kami tentu berharap bahwa proyek jembatan Pancasila Palmerah dan pembangun listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu masuk dalam rencana investasi Belanda," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre Koreh di Kupang, Kamis lalu.

Minat investasi negara-negara pendatang baru di Indonesia pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik serta apakah Jembatan Palmerah dan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu masuk dalam rencana investasi negara-negara it uterus didorong.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Kanada dan Belanda menjadi bagian dari sejumlah negara pendatang baru yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Minat investasi negara-negara itu adalah pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik.

Andre Koreh mengatakan, bisa jadi Palmerah menjadi bagian dari proyek infrastruktur dan listrik yang dibangun Belanda karena dalam berbagai pertemuan, proyek Palmerah selalu menjadi pembahasan serius antarkedua negara.

Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah NTT Semuel Rebo mengatakan belum mendapat signal dari investor Belanda untuk membangun jembatan Palmerah maupun pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu.

Hanya saja, selama beberapa bulan terakhir ini, tim dari Belanda selalu datang ke Flores Timur untuk melihat lokasi sekaligus melakukan survei. "Kami tentu sangat menaruh harapan pada Belanda untuk melaksanakan proyek besar itu," katanya.

Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau dalam keterangan terpisah mengatakan, Belanda serius membangun jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu.

"Pemerintah Belanda sangat serius, tetapi belum bisa merealisasikan pembangunan karena masih menunggu hasil Feasibility Study (FS)," kata Latif Gau.

Berdasarkan hasil survei awal menunjukkan, arus Selat Gonzalu memiliki kekuatan 2,5 meter/detik pada bulan gelap dan 3,5 meter/detik pada bulan terang.

"Di Indonesia ini ada 12 titik arus yang bisa dijadikan sebagai pembangkit energi listrik, dan Selat Gonzalu merupakan terbaik," Andre Koreh.

Bahkan para ahli Turbin di Belanda mengatakan, arus Selat Gonzalu mampu menghasilkan listrik 300 Mega Watt, katanya. 

 

Feasibility Study

Rencana pembangunan Jembatan Pancasila dan pembangkit listrik arus laut Selat Gonzalu di Kabupaten Flores Timur masuk dalam tahapan pra Feasibility Study


"Saat ini, sedang dalam tahapan pra Feasibility Study yang dilakukan PT Buana Archikom," katanya dan menambahkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga arus Selat Gonzalu dan jembatan Pancasila Palmerah ini sudah dilakukan penandatanganan MoU dan LoI proyek pembangkit listrik tenaga (PLT) arus laut di selat Gonzalu antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dengan Pemerintah Belanda.Penandatanganan MoU dan LoI yang berlangsung di Belanda itu disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Nah, setelah selesai FS, akan dilanjutkan dengan Detail Engineering Study (DED) dan proyek tersebut sudah bisa ditawarkan kepada konsorsium untuk memulai pembangunannya.

Dia mengatakan, dari studi awal menunjukkan bahwa jembatan Palmerah yang menghubungkan Pantai Paloh di ujung timur Larantuka dengan daratan Tanah Merah di Pulau Adonara, akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi rakyat daerah itu.

"Secara ekonomi, kehadiran jembatan Palmerah dapat menggerakan sektor lain seperti pariwisata dan pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah di daerah itu," katanya.

Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau mengatakan, Belanda serius membangun jembatan Pancasila Palmerah dan pembangun listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur.

"Pemerintah Belanda sangat serius, tetapi belum bisa merealisasikan pembangunan karena masih menunggu hasil Feasibility Study (FS)," kata Latif Gau kepada Antara melalui surat elektronik.

Saat ini, kata dia, pihaknya tinggal menunggu hasil FS yang dilakukan PT Buana Archikom. "Kalau FS sudah selesai, maka tinggal ada kesepakatan soal skema pendanaan dan pembangunan sudah bisa dimulai," katanya.

Latif Gau menambahkan, untuk proyek Tidal Bridge Larantuka, pihaknya sudah membuat pra FS dan sudah beberapa kali mengunjungi lokasi.Lantas kapan kerja besar tersebut terealisasi? Kita tunggu saja***
   


   Sumber   :   AntaraNews.com




KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur