• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 18 November 2018

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Obituari: Perginya Sosok Cerdas dan Hangat
    MEDIA INDONESIA | Senin, 18 September 2017 | 19:23 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Obituari:
    Laurens Tato Sumber : media Indonesia

     

    MANTAN Pemimpin Redaksi Harian Media Indonesia, Laurens Tato, meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siloam Jakarta, Senin (18/9) pukul 10.00 Wib, pada usia 62 tahun.

     

    Laurens yang hingga akhir pengabdiannya menjabat sebagai anggota Dewan Redaksi Media Group memang sejak sebulan ini dirawat karena sejumlah komplikasi penyakit. Kakak Laurens demikian teman-teman di media group Indonesia menyapanya, meninggalkan seorang istri Liswati, serta dua orang anak yakni Tutik Handayani dan Stefani Novita Gani.

     

    Di masa aktifnya di Media Indonesia, pria asal Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan salah sosok penting di balik editorial Media Indonesia. Ide-ide bernas dan tulisannya yang tajam menjadi panutan bagi junior-juniornya di dapur redaksi.

     

    Kakak Laurens dikenal sebagai sosok cerdas dan hangat. “Banyak kenangan indah dengan sahabat yang satu ini. Sahabat yang cerdas, nakal, dan hangat. Selamat beristirahat dalam kedamaian Kakak Laurens. Dalam perasaan kehilangan yang teramat sangat, saya mendoakan semoga Tuhan yang welas asih memuliakanmu,” ungkap Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Abdul Kohar, seperti dilansir Media Indonesa, Senin (18/9/2017).

     

    Ia juga dikenang karena banyak humor-humornya. Salah satunya tentang kisah hidupnya merantau di Jakarta dari NTT. “Kemiskinan hidup membuat ia memutuskan meninggalkan kampung halaman. Kata Kakak Laurens membuka cerita dengan mimik serius,” Abudl Kohar mengisahkan.

     

    Saat itu, menurutnya, Kakak Lorens berpesan kepada istrinya sebelum berangkat, untuk tidak kaget jika nanti isterinya bersurat ia menjawabnya dengan judul lagu sebagai kode.

     

    Enam bulan berselang, datanglah surat dari isteri tercinta menanyakan kabar. Sang suami, yg belum mendapatkan pekerjaan di Jakarta membalas dengan judul lagu karya Pance Pondaag, “Aku masih seperti yang dulu”.

     

    Tepat setahun merantau, datanglah surat kedua dari isterinya bertanya bagaimana kabar sang suami. Dijawab dengan judul lagu masih dari karya Pance, “Ku Coba Bertahan”.

     

    Lama tak bersurat, baru dua tahun berikutnya sang isteri melayangkan surat ketiga dan dijawab sang suami dengan lagu, kali ini karya Ebiet G ADE, “Aku Ingin Pulang”.

     

    “Kami yang mendengar pun terpingkal pingkal mendengar cerita itu, sekaligus terbahak mengingat bagaimana Kakak Laurens menjaga cerita sampai menjelang akhir tetap misterius dan meledak di ujung cerita,” tutupnya.

     

    "Bang Laurens adalah sosok penulis editorial dan guru yang tidak tergantikan. Diksi bang Laurens selalu terpilih, orisinal, otentik, jenaka, dan kaya paradoks," ujar Haryo Prasetyo, Asisten Kepala Divis Pemberitaan Media Indonesia.

     

    Ia mengingat, bagaimana Laurens ketika mengritik polah anggota DPR yang mengusulkan pembangunan gedung baru, "Bang Laurens membuat editorial yang tajam, penuh ledekan, sekaligus jenaka, berjudul 'Penghuni Miring di Gedung Tegak.' Judul dan isi editorial bang Laurens yang ditulis hampir 10 tahun lalu itu, hingga hari ini pun terasa masih aktual, menghentak, dan relevan," tuturnya.

     

    Kekuatan konsepsi, narasi, diksi, argumentasi, dan komposisi seorang Laurens Tato, ternyata ada rahasianya. Menurut bang Laurens, untuk menjadi penulis editorial yang baik, seorang penulis, selain tidak boleh berhenti belajar dan banyak membaca, juga harus memiliki model atau idola.

     

    "Dari model atau idola tersebut, kita dapat belajar dengan meniru, meng-copy, mengadaptasi, merevisi, dan atau memodifikasi, hingga kita menemukan karakter dan gaya penulisan kita sendiri," begitu kurang lebihnya pesan bang Laurens ketika itu.

     

    "Pesan itu saya ingat dan camkan hingga hari ini. Bagi kami para penulis editorial, salah satu model dan idola itu, tidak diragukan dan tidak terelakkan, ialah Laurens Tato itu sendiri. Dan itu tidak pernah tergantikan," imbuhnya. Selamat jalan Kakak Laurens.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.