• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dewan Pertanyakan Perbedaan Data Penduduk Kota Kupang
    ELYA DJAWAS | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 06:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dewan
    Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Kupang dengan Dinas Dukcapil

     

    KOTA KUPANG, FLOBAMORA.NET - Ketua DPRD Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yeskiel Loudoe mempertanyakan perbedaan data jumlah pemilih yang mempengaruhi jumlah peroleh kursi Partai Politik (Parpol) di DPRD setempat.

     

    “Alasan apa pun, saya tidak mau mentolerir, karena hal ini sangat mempengaruhi perolehan dan penetapan kursi di dewan,” kata Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Kamis (19/10) lalu..

     

    Berdasarkan data Dinas Kependukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Kota Kupang hingga Juni 2017, jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 518.079. Jika merujuk pada angka tersebut seharusnya jumlah penetapan perolehan kursi di DPRD sebanyak 45 kursi dengan pembagian sesuai dengan indeks jumlah penduduk per kecamatan.

     

    Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat  mengatakan, data dari Dispendukcapil Kota Kupang, jumlah penduduk pada tahun 2016 sebanyak 523 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat selisih sebanyak 92 ribu antara jumlah penduduk waktu pelaksanaan Pilwalkot pada tahun 2016, dan jumlah penduduk pada tahun 2017. 

     

    "Saran saya, selisih data base kependudukan, perlu dilakukan konsultasi ke Kementerian dan KPU pusat secara bersama dengan pemerintah dan KPU serta Panwalsu,” katanya.

     

    Sementara itu Ketua Komisi I,  Padron Paulus, juga mengatakan hal yang sama yakni perlu dilakukan konsultasi secara bersama,karena sesuai pernyataan Kadispendukcapil  ada 92 ribu perlu dimasuk dalam data.

     

    Juru bicara KPU Kota Kupang, Daniel Ratu mengatakan data kependudukan sangat berbeda dan fluktuasi sejak pemilihan legislatif (Pileg) 2014 lalu dengan jumlah pemilih sebanyak 474.324, sedangkan berdasarkan Data Agregat Kependudukan (DAK2) Kota Kupang per 21 Agustus 2017 hanya sebanyak 438.005.

     

    “Berdasarkan data tersebut terjadi perbedaan yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada penetapan penambahan perolehan kursi,” kata Daniel.

     

    Dia mengakui jumlah kursi di DPRD harusnya bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga menjadi 45 kursi DPRD. “Bagi kami, berapapun jumlah kursi dan dapilnya kami tidak memiliki kepentingan. Namun, seharusnya berdasarkan jumlah penduduk, jumlah kursi DPRD menjadi 45 kursi, karena adanya pertumbuhan jumlah penduduk,” tambah Daniel.

     

    Sebelumnya Kepala Disdukcapil Kota Kupang, David Mangngi menjelaskan jumlah penduduk yang dikirim oleh Kemendagri ke KPU RI merupakan data jumlah penduduk yang telah mengalami pemuthakiran data tahun 2016.

     

    Sedangkan data terbaru jumlah penduduk Kota Kupang masih dilakukan verifikasi, validasi dan penunggalan. “Setelah dilakukan verifikasi, validasi dan penunggalan, Kemendagri akan merilis lagi dan mengirim kondisi terakhir jumlah penduduk tahun 2017 sebagai data awal,” tambahnya..***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.