Registrasi     Log In      Bantuan

Minggu, 19 November 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Minggu, 19 November 2017

 

Program Inovasi Resmi Hadir di Sumba
Oleh: Albert Vincent Rehi | Kamis, 02 November 2017 | 14:38:08 WIB            #Lintas Flobamora

Program
Bupati Sumba Timur, Gidion Mblijora bersama Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menandatangani MoU tentang program Inovasi di Pulau Sumba disaksikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitnom

  Baca Juga

 

KUPANG,FLOBAMORA.NET - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (2/11) di Kupang, melakukan penandatangan nota kesepahaman untuk pelaksanaan program Inovasi yang hadir untuk anak di Pulau Sumba. Program ini merupakan kemitraan Indonesia-Australia.

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno dalam kesempatan itu menjelaskan, program Inovasi sebagai kemitraan penting Pemerintah Indonesia dan Australia itu fokus pada peningkatan hasil pembelajaran literasi dan numerasi anak-anak di jenjang pendidikan dasar.

 

"Program Inovasi tidak seperti proyek yang biasanya seperti bantuan uang atau peralatan namun menyasar pada pembangunan gagasan, ide, dan inovasi untuk meningkatkan mutu belajar anak-anak kita," katanya.

 

Menurutnya, anak-anak pelajar perlu diberikan inspirasi dan mimpi besar untuk berinovasi dan sektor pendidikan memilik kontribusi sangat besar untuk menanamkan hal itu.

 

"NTT telah melahirkan banyak tokoh-tokoh besar yang terkenal secara nasional, sayang kalau potensi itu tidak diwariskan kepada anak-anak kita, untuk itulah program ini hadir membangkitkan kembali melalui perbaikan pembelajaran anak-anak," katanya.

 

Menurutnya, inovasi yang diberikan melalui program tersebut tidak didatangkan dari luar melainkan dengan menggali kreativitas lokal melalui pemberdayaan untuk membangkitkan kembali inovasi-inovasi lokal.

 

"Inovasi guru, anak-anak, dan masyarakat setempat itulah yang ingin dibangkitkan kembali melalui program ini yang pada intinya melalui keterlibatan semua pihak," katanya.

 

Ia mengatakan, poin penting yang ingin dibekalkan kepada anak-anak terkait hasil pembelajaran yang bermutu seperti penguatan karakter.

 

"Dengan suasana global sekarang tidak hanya di kota-kota besar, ketika anak sudah bisa mengoperasikan handphone itu suasana global sudah terjadi dengan pertukaran informasi dan budaya, oleh karena itu kita harus tetap memperkuat lokal yang menjadi kearifan setempat, karakter sosial, persahabatan, integritas itu yang dibangkitkan terlepas dari suasana global yang ada," katanya.

 

Selain itu, lanjutnya, pembekalan literasi dasar seperti literasi informasi, finansial serta mempersiapkan anak-anak menjadi menjadi generasi yang canggih dibanding sekarang sehingga mereka bisa berperan penting dalam globalisasi.

 

Sementara itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengapresiasi kerja sama peluncuran program Inovasi di Pulau Sumba yang telah dihadiri seluruh bupati dan ketua DPRD se-daratan Sumba itu.

 

Ia mengakui, menyambut baik kehadiran program itu dan berharap agar semua pihak memberikan dukungan penuh agar program tesebut berjalan sepenuhnya untuk meningkatan kapasaitas, kecakapan balajar anak-anak.

 

"Bagi saya ini hal penting karena di daerah otonomi daerah kecenderungan masing-masing daerah berpikir tentang wilayahnya sendiri, tapi hari ini kita keluar berpikir bersama tentang anak-anak kita di suatu kawasan atau pulau besar," katanya. 

 

Untuk tu, gubernur dua perode itu meminta pemerintah daerah se-daratan Sumba agar ikut berkontribusi dengan memperhatikan perbaikan gizi bagi anak-anak setempat.

 

Menurutnya, apapun gagasan, ide, atau metode yang diterapkan kepada anak-anak sangat bergantung juga pada kondisi gizi anak, untuk itulah ia meminta agar diberikan perhatian secara serius.

 

"Karena asupan gizi menjadi dasar yang kuat untuk kita bisa mengembangkan program apa saja untuk mengkreasikan bagiamana anak-anak memiliki kecakapan belajar supaya bisa menghadapi tantang ke depan," katanya.

 

Ia berharap program Inovasi itu ke depan bisa menjadi model percontohan pengembangan pendidikan anak yng dapat diterapkan untuk daerah lain seperti di Pulau Timor, Flores, dan lainnya.    

 

Bentuk kemitraan bidang pendidikan itu juga dikukuhkan pula dengan penandatangan nota kesepakatanan antara gubernur dengan bupati empat kabupaten di Pulau Sumba.***

   






KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur