Registrasi     Log In      Bantuan

Minggu, 19 November 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Minggu, 19 November 2017

 

Jefri Kecewa Atas Kejadian yang Menimpa Herman Man
Oleh: Elya Djawas | Jumat, 03 November 2017 | 20:59:46 WIB            #Lintas Flobamora

Jefri
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

  Baca Juga

 

KOTA KUPANG,FLOBAMORA.NET - Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore akhirnya buka suara dan mengungkapkan kekecewaaannya terhadap kejadian yang menimpa Wakil Wali Kota Hermanus Man pada Kamis (2/11) kemarin dan menjadi viral di media sosial.

 

“Sebagai pimpinan di Kota Kupang, saya merasa kecewa atas kejadian tersebut. Wakil wali kota adalah seorang pimpinan daerah. Ironisnya,  hanya karena isu perorangan lalu ini dijadikan isu yang besar,” kata Jefri kepada wartawan di Kupang, Jumat (3/11).

 

Kejadian yang sempat viral di media sosial tersebut, terkait ada sekelompok orang dianggap sebagai tim pemenang Paket FirmanMU yang datang langsung mengamuk dengan menunjuk-menunjuk ke arah wakil wali kota di ruangan kerjanya di Balai Kota.

 

Soal sikap pemerintah ke depan agar tidak terjadi lagi hal serupa lantaran mereka yang mengaku adalah tim pemenang pada waktu Pilkada, menurutnya, pihaknya tidak ada tim lagi.

 

"Yang jelas untuk menyenangkan semua orang tidak bisa, karena pastinya akan ada satu dua orang yang akan kecewa. Untuk itu  yang kecewajangan sampai berbuat yang aneh-aneh, sebab  kami tidak bisa diatur, bahwa ini orang ini harus dikasih pindah dengan alasan ini dulu dukung Jonas dan ini dulu dukung kami. Itu semua tidak ada,” ujarnya.

 

Ia mengatakan dirinya tidak ada urusan dengan masa Pilkada, karena semua sudah lewat.Sebab apa yang sudah dikatakan A lalu jadi B, itu jelas tidak ada.Namun jika dalam pelaksanaan tugas tidak mampu pastinya akan pindahkan dari jabatannya.

 

Hal ini, sambung Jefri,  sudah ada komitmen dirinya dengan wakil wali kota yakni menangani ASN dan dirinya tugas melobi anggaran bagi dinas yang anggarannya sedikit dilobi ke pusat guna anggarannya bisa lebih besar.

 

“Soal kejadian kemarin saya sudah memanggil mereka dan menyampaikan hal ini.Tetapi saya secara pribadi melihat kejadian kemarin itu, adanya kekecewaan teman-teman Padahal apa yang dibuat Pak Wakil selalu ada koordinasi dengan saya,” jelasnya.

 

Mengenai mutasi, kata dia, ada aturanya, yakni enam bulan baru dilakukan mutasi, sehingga kesan kejadian kemarin pemaksaan mutasi.Karena orang mampu kenapa dipaksa mutasi, sebab wali kota adalah untuk semua warga kota.

 

"Hingga saat ini saya belum lakukan mutasi.Untuk itu, saya telah meminta kepada mereka bersabar dengan melihat situasi. Karena jangan sampai ada isu  diluar dan dianggap bahwa isu itu benar. Padahal, belum dilakukan, " katanya.

 

Sesuai  rekaman video yang berdurasi sekitar enam menit lebih yang diambil dari ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang,yang sempat viral di media sosial, tampak dua ASN Jovic Tonubesi dan Adi Pali masuk ke dalam ruangan dan memarahi wakil wali kota dengan nada tinggi sehingga terkesan wakil wali kota adalah bawahan mereka. 

 

Bahkan salah seorang PNS Kabupaten Kupang yang mengaku tim sukses mengatakan, wakil wali kota hanya datang membawa badan saat pencalonan dan tidak rugi sepeserpun untuk biaya pilkada.

 

Yang bersangkutan juga menyebut dirinya punya andil atau pengaruh besar karena bekerja siang malam hanya untuk memenangkan Paket FirmanMu.Tim sukses memarahi Wakil Wali Kota Kupang,Hermnaus Man, karena mereka merasa tidak puas soal rencana mutasi yang akan dilakukan.

 

Dalam rekaman Video tersebut, tampak ,Hermanus Man, terkesan tidak berdaya menghadapi ASN bawahanya, bahkan ia meminta maaf kepada timses dan ASN, dan bersumpah atas nama Tuhan karena merasa tidak pernah berbuat seperti apa yang dituduhkan. 

 

"Sumpah demi nama Tuhan saya tidak pernah berbuat demikian,saya merasa tidak ada apa-apanya jika tidak ada dukungan dari Adik Jovic dan lainnya,” kata Hermanus.

 

Dalam video tersebut nampak pula Ketua DPC Partai PAN,Feliks Dando, yang coba meredamkan perselisihan, namun namun permintaan Feliks tidak dihiraukan sama sekali. 

 

Mirisnya, dalam video tersebut terlihat pula Kasat Pol PP Thomas Dagang bersama sejumlah personil namun tidak bertindak apapun meski pemimpin mereka dimarahi ASN yang adalah bawahan dari Wakil Wali Kota Kupang.***

   






KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur