Registrasi     Log In      Bantuan

Minggu, 19 November 2017 .: Selamat datang di flobamora.net : Suara dari Timur
Registrasi     Log In      Bantuan



Minggu, 19 November 2017

 

Pedagang dan Pengguna Jalan Berebutan Lahan di Pasar Mbongawani
Oleh: Alex | Selasa, 07 November 2017 | 19:00:27 WIB            #Lintas Flobamora

Pedagang
Suasana Pasar Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan

  Baca Juga

 

ENDE,FLOBAMORA.NET - Pedagang dan pengguna jalan di Pasar Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende seakan saling memperebutan lahan. Terlihat sebagian badan jalan di dalam lokasi pasar tersebut yang diperuntukkan bagi arus masuk keluar pengunjung digunakan pedagang untuk menjual dagangannya.

 

Seperti yang disaksikan,Selasa (7/11)  lapak permanen yang disediakan pemerintah kosong dan enggan ditempati para pedagang.

 

Salah seorang pedagang di Pasar Mbongawani Abubakar Sodik  ketika dikonfirmasin mengatakan, alasan pedagang enggan menempati los pasar yang sudah disediakan pemerintah karena minimnya penerangan di dalam los pasar.

 

 "Kami para pedagang kalau berjualan ketika sore hari  sangat minim penerangan. Bagaimana barang dagangan mau laku kalau kondisinya gelap. Kami minta pemerintah perhatikan soal penerangan di dalam areal pasar," terangnya. 

 

Ia mengatakan, ada beberapa pedagang yang menjual kebutuhan pokok masyakat berdagang di pinggir jalan. Hal ini tambahnya, berimbas pada pedagang lain yang tidak ikut berjualan di badan jalan merasa rugi karena pembeli tidak mau masuk di los dan lebih memilih di luar,sehingga menjajahkan barang dagangan di badan jalan.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende, Sebastianus Bhele dikonfirmasi  di kediamannya membenarkan , persoalan yang terjadi di Pasar Mbongawani tersebut.

 

Ia mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan penertiban dan secara rutin. Namun demikian,  kondisinya masih ada pedagang yang berjualan di badan jalan. 

 

"Kami sudah bentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai elemen untuk melakukan penertiban. Kalau petugas ada mereka semua berjualan didalam los pasar, tetapi kalau petugas tidak ada maka mereka kembali berjualan di badan jalan," terang Sebas.

 

Ia menyatakan, perilaku pedagang mesti harus diubah.Kesadaran untuk tidak berjualan di badan jalan harus muncul dari dalam diri pedagang.

 

Ia menambahkan, ,bersama tim pihaknya berusaha sedapat mungkin untuk tidak terjadi benturan saat penertiban pedagang. Meski demikian  demi menegakan aturan akan diambil sikap tegas.

 

 "Pemerintah sudah menyiapkan lokasi atau lapak permanen yang menjamin kenyamanan bagi penjual . Pemerintah sedikitpun tidak ada niat mau menyengsarakan masyarakatnya sendiri. Kita sudah imbau dan lakukan sosialisasi berulang kali. Sebagai kepala dinas saya tengah memikirkan bagaimana mencari solusi terbaik untuk menyadarkan para pedagang. Kita juga ada batasan toleransi dalam kaitan dengan penertiban ini," tegasnya.

 

Disinggung soal relokasi pedagang Pasar Senggol yang sudah setahun lebih berjualan di tanah milik Kantor Agraria akibat pembangunan pasar pascakebakaran , dia berjanji secepatnya segera direlokasi saat pekerjaan sudah rampung

 

"Kami sudah mendapat pemberitahuan baik secara lisan maupun surat dari Kantor Agraria untuk mengosongkan lokasi tanah yang dipakai pedagang saat ini. Saya juga sudah melaporkan kepada bupati berdasarkan jaminan dari rekanan. Kalau pekerjaannya rampung maka kami akan merelokasi kembali pedagang berdasarkan data yang ada." ujarnya.***

   






KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
0 komentar


KIRIM KOMENTAR

Silakan LOG IN untuk memberi komentar.

FLOBAMORA.NET: Suara dari Timur