• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Mahasiswa Kembali Sororti Dugaan Gratifikasi DPRD Ende
    ALEX R.S | Jumat, 26 Januari 2018 | 18:50 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Mahasiswa
    Elemen mahasiswa kembali menyoroti kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum anggota DPRD Ende. Mahasiswa kembali unjukrasa menyoal kasus ini di Mapolres Ende, Jumat (26/1).

     

    ENDE,FLOBAMORA.NET - Elemen mahasiswa kembali menyoroti kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum anggota DPRD Ende. Mahasiswa kembali unjukrasa menyoal kasus ini di Mapolres Ende, Jumat (26/1).

    Pantauan media, unjuk rasa mahasiswa ini ditandai dengan meniup kue ulang tahun memperingati empat tahun kasus gratifikasi di Mapolres Ende.

    Dalam orasinya, para mahasiswa menyingkapi kasus grativikasi yang kini sudah menjadi lumut setelah empat tahun terus mengendap di Polres Ende. Selama tahun 2015 sampai 2018 belum tersentuh dugaan grativikasi yang melibatkan delapan anggota DPRD Ende.

    “Elemen kritis berulang kali bersuara, bahkan sempat membakar peti mati tanda matinya nurani polisi.Namun Polres Ende tetap apatis, menganggap perjuangan elemen kritis seperti angin yang berlalu begitu saja,” kritik Kordinator Aksi, Sebastianus Wegu.

    Karena itu, menurut dia, diharapkan dengan adanya Kapolres baru AKBP Achmad Muzayin, kasus ini bisa ditangani secara serius sehingga tidak terkesan ada konspirasi antara DPRD Ende dengan pihak Polres Ende.

    Mahasiswa lain juga menegaskan, masyarakat kini tengah gelisah, karena kedelapan oknum anggota DPRD Ende belum tersentuh sama sekali.

    “Karena itu kami mendesak Kapolres Ende yang baru untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum anggota DPRD Ende. Kapolres Ende harus secepatnya menelusuri dan menangkap oknum-oknum yang terlibat kasus dugaan grativikasi,” tulis mahasisawa dalam surat pernyataan yang dibagi kepada media.

    Aktifis lainnya, Beatrix Aran setelah melakukan dialog bersama Wakapolres Ende Kompol Marten Kana mengatakan, Kapolres Ende sebelumnya dinilai tumpul, karena hingga saat ini kasus dugaan gratifikasi menjadi lumut di Polres Ende. Pihaknya menduga lembaga kepolisian tidak independen lagi.

    Sebelumnya, dalam dialog Wakapolres Ende Marten Kana mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyingkapi apa yang menjadi harapan masyarakat. Hingga kini kasus dugaan gratifikasi ini masih dalam proses penyelidikan

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.