• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Wakil Ketua KPK: OTT Tak ada Kaitan dengan Politik
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 23 Februari 2018 | 22:36 WIB            #NASIONAL

    Wakil
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang

     
    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan, KPK intens melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tidak ada kaitannya dengan politik.

    "Kami sudah melakukan kajian seblum melakukan OTT. OTT dilakukan sesaat setelah pejabat melakukan transaksi dengan pihak yang hendak menyuap. Jadi tidak ada kaitan dengan politik. Kebetulan penangkapan pelaku memang bersamaan dengan momentum Pilkada," tegas Saut saat memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (22/2) kmarin. 

    Ia juga menampik adanya tuduhan masyarakat bahwa OTT dilakukan untuk memenuhi pesanan. Menurutnya, KPK bukan sebuah badan usaha yang mengejar keuntungan finansial.

    Munculnya korupsi, kata Saut, karena adanya ketamakan dan rendahnya integritas para pejabat negara. "Jika seseorang tidak rakus, maka korupsi tidak akan terjadi," kata Saut. 

    Ia menyinggung adanya anggaran Rp 1.700 triliun yang dianggarkan untuk 75 ribu desa yang ada di Indonesia berpotensi menimbulkan korupsi. Sehingga dalam pengawasannya, KPK, jelas Saut, akan meminta pertanggungjawban dari Kementerian Desa, terutama soal realisasi dan evaluasi anggaran di lapangan. 

    Tak hanya itu, ada anggaran di bidang kesehatan, pendidikan,  infrastruktur yang senilai triliunan rupiah akan menjadi perhatian KPK. 

    Selain melakukan OTT, KPK juga melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi korupsi.

    "Bagi para mahasiswa, korupsi dimulai dari aktifitas belajar mahasiswa. Misalnya ada 10 orang disuruh kerja paper, yang lainnya kerja lalu yang lain datang bawa pisang goreng, kemudian meminta teman-teman menulis namanya dibagian paling atas. Ini juga sebagai bentuk suap bahkan korupsi. Yang kecil-kecil ini akan menjadi besar jika kedepan sudah menjadi pejabat pemerintahan,” bebernya.

    Ia meminta agar mahasiswa mencegah adanya praktik-praktik perkuliahan seperti itu. Mahasiswa harus memiliki integritas agar ke depan, sebagian dari mahasiswa bisa menjadi pimpinan KPK.

    Dalam melaksanakan upaya pencegahan korupsi, kata Saud, tidak saja mengetahui secara teori, namun yang terpenting adalah tataran praktis. Soal integritas, jelas dia, sesorang harus mengikuti jalan Tuhan, yaitu jujur, benar, adil, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. 

    “Jika mahasiswa, generasi penerus tidak memiliki integritas, maka kemungkinan bangsa ini akan bubar,” tegasnya. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.