• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Korupsi Dipicu Fakor Ekonomi
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 23 Februari 2018 | 22:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Korupsi
    Ilustrasi

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Undana Kupang, Oktovianus Nawa Pau mengatakan korupsi umumnya dilakukan karena motif ekonomi, kemiskinan bahkan memiliki keinginan untuk memperkaya diri. 

    Lembaga pemerintahan yang umumnya berpotensi terjadi korupsi adalah para pejabat pemerintah, pihak kepolisian, kejaksaan maupun di lembaga penegak hukum lainnya. 

    Menurutnya, lemahnya penegakkan hukum di Indonesia serta gagalnya pendidikan moral dan agama dalam diri setiap pejabat pemerintahan menjadi pintu masuk maraknya korupsi

    Dia mengatakan, praktik korupsi selalu terjadi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur. Banyak infestor yang mengimingi pejabat pemerintahan dengan uang yang menyebabkan terjadi suap dan korupsi. Untuk itu, menurutnya perlu kesadaran pemerintah dalam pemerataan pembangunan agar terjadi kesejahteraan sosial. 

    "Perlu penegakan hukum yang lebih baik guna mencegah dan memerangi korupsi," katanya di Kupang,Kamis (22/2).

    Sementara Rektor Undana,  Fredrik L. Benu, mengatakan KPK telah menjadi mitra Undana guna memberi pencerahan kepada mahasiswa dan kalangan akdemisi sebagai upaya mencegah dan memerangi korupsi. 

    Ia mengatakan, ada dua instrument penting  yang sangat membantu Undana dalam mencegah dan memerangi adanya praktik korupsi adalah adanya Satuan Pengawal Internal (SPI) dan Pusat Layanan Lembaga Pengkajian Kapsaitas Legal Drafting dan Anti Korupsi Undana. 

    Sejauh ini, kata dia, SPI telah menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari upaya probity, pelaksanaan hingga evaluasi. Pihaknya sangat terbuka adanya audit yang dilakukan terhadap penggunaan uang negara di Undana. 

    “Jika rektor sekalipun yang salah silahkan diaudit, kalau rektor juga sudah, maka pimpinan lainnya pun harus legowo dan diaudit, jika ada indikasi korupsi,” tegas Prof. Fred.

    Ia mengaku, bangga dengan kinerja SPI dan meminta Pusat Layanan Lembaga Pengkajian Kapsaitas Legal Drafting dan Anti Korupsi Undana terus berkolaborasi guna memerangi adanya indikasi pungli yang kerap terjadi di Undana.

    "Kalau saya temukan adanya praktik suap dan pungli di Undana, maka saya tidak segan-segan memecat,” tuturnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.