• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Dapat Alokasi 53.478 Ribu Ton Rastra
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 28 Februari 2018 | 11:38 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Ilustrasi

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Pemerintah pusat mengalokasikan 53. 478,36 ton beras sejahtera (rastra) untuk 452.523 keluarga. Tahun lalu, NTT menerima bantuan 81.246,78 ton beras untuk 451.371 keluarga.

    Gubernur NTT  Frans Lebu Raya menyatakan bansos rastra merupakan nama baru untuk bantuan beras bagi rakyat miskin (raskin). Tujuannya, dalam waktu tertentu penerima bisa mandiri dan tidak lagi menerima bantuan beras. 

    "Penerima harus mampu memperlihatkan kehormatan dan martabatnya dengan bekerja keras dari hasil keringatnya sendiri,” katanya, di Kupang Senin lalu. 

    Bantuan beras dari pemerintah pusat itu juga diharapkan memberi motivasi kepada para penerima agar lebih giat mengolah lahan untuk bisa menghasilkan lebih banyak pangan lokal, seperti padi, jagung, umbi-umbian dan tanaman pertanian lainnya.

    Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang telah meresmikan Bendungan Raknamo untuk pengolahan dan pengembangan lahan pertanian, sehingga di masa mendatang tak ada lagi kejadian gagal tanam dan gagal panen di Kabupaten Kupang. 

    “Rastra ini sifatnya sementara bukan permanen. Oleh karena itu mesti ada batasan waktu. Saya minta kepada Kementerian Sosial, tolong hal ini dipikirkan secara serius supaya penerima diberi batasan waktu tiga sampai lima tahun. Harapannya, dalam kurun waktu tersebut, penerima dimotivasi untuk bekerja keras agar saatnya tiba tidak menerima rastra, dia tidak lagi jatuh miskin,” katanya. 

    Ia berharap perubahan aturan penerimaan bantuan beras yang kini bebas uang tebusan tidak berimplikasi pada peningkatan jumlah penerima setiap tahun. Sebelumnya, penerima harus menebus beras seharga Rp 1.600 per kilogram, tetapi melalui program bansos rastra, tidak ada lagi uang tebusan.*** 

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.