• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kandidat Gubernur NTT tidak Berpihak kepada Korban Tambang
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 06 Maret 2018 | 15:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kandidat
    Paslon Gubernur NTT

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET – Empat kandidat gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023 dinilai tidak berpihak dan pro rakyat korban tambang di sejumlah wilayah di daerah itu.

     

    Seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur diduga memiliki catatan buruk dalam hal perusahaan tambang dan perkebunan berskala besar di NTT.

     

    "Seluruh calon gubernur dan wakil gubernur memiliki catatan buruk soal tambang di NTT,"  kata Ketua  Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Melky Nahar di Kupang, Selasa (6/3).

     

    Dari empat kandidat calon gubernur NTT itu, tidak satu pun yang berpihak kepada rakyat korban tambang.  Padahal, mereka adalah mantan bupati, wakil gubernur, dan anggota DPR.

     

    Ia menegaskan, dalam konteks pertambangan masih terdapat 309 izin tambang yang menyebar di 17 kabupaten di NTT. Kehadiran pertambangan merampas lahan dan merusak hutan, mencemari air dan pesisir pantai, bahkan tidak sedikit warga dikriminalisasi hingga berujung di penjara karena membela tanah dan airnya.

     

    "Selain tambang, NTT juga dikepung investasi perkebunan skala besar seperti di Kabupaten Sumba Timur dan Ngada," ujarnya.

     

    Melky menegaskan para kandidat yang bertarung dalam pilgub NTT adalah politisi lama yang memiliki rekam jejak buruk terkait pertambangan dan perkebunan.

     

    Christian Rotok calon wakil gubernur dari Gerindra dan PAN misalnya, pernah mengobral 22 izin tambang selama dua periode menjadi Bupati Manggarai. Sementara Calon Gubernur dari PDIP, Marianus Sae pernah menerbitkan lima izin tambang pada 2010 saat dilantik menjadi Bupati Ngada dan satu izin tambang perkebunan di tahun 2011.

     

    Kandidat lain seperti Esthon Foenay calon gubernur dari Gerindra dan PAN ( Esthon-Chris) Viktor Laiskodat-Joseph Nae Soi (Viktor-Jos) yang diusung NasDem, Golkar dan Hanura, dan Benny Harman-Benny Litelnoni (Harmoni) yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PKPI serta Emi Nomleni calon wakil gubernur pasangan Marianus Sae (Marianus-Emi) dari  PDIP dan PKB tidak memiliki rekam jejak yang baik sebagai tanda keterlibatan mereka dalam setiap persoalan masyarakat.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.