• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 27 April 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    200 Ribu TKI Asal NTT Bekerja di Malaysia
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 19 Maret 2018 | 22:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    200
    Ilustrasi

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Hingga tahun 2018, jumlah tenaga kerja asal NTT yang bekerja di Malaysia sebanyak 200 ribu orang, yang tersebar di 201 titik.,Jumlah tersebut  membutuhkan perhatian serius semua pemangku kepentingan di daerah.

    “ Dari jumlah itu, hampir 75 persen adalah tenaga kerja ilegal. Ini berdasarkan informasi Ibu Grace Lee, salah seorang pemerhati masaalh buruh migrant di Malaysia,” kataKepala Dinas Nakertrans NTT, Buno Kupok kepada wartawan di Kupang Sabtu lalu.

    Menurut Bruno, ia sempat bertemu Ibu Grace Lee bulan lalu bersama Anggota DPD asal NTT Paul Lyanto, yang meminta agar pemerintah daerah lebih serius lagi menangani masalah tenaga kerja ilegal.

    Ia menjelaskan, Ibu Grace juga  mengusulkan agar tenaga kerja illegal asal NTT dibantu untuk diproses sebagai tenaga kerja resmi dengan mengantongi beberapa persyaratan, sehingga mereka mendapat jamiman dan ketenangan bekerja di Malaysia.

    “Ibu Grace menyatakan keprihatinannya, karena banyak tenaga kerja asal NTT di Malaysia yang bekerja di perkebunan dan pranata rumah tangga tidak bebas bepergian karena selalu diawasi pihak berwajib  negeri jiran tersebut,” paparnya.

    Ia menuturkan, untuk mengantisipasi pengiriman tenga kerja illegal ke luar daerah, sejak tahun 2016,  Dinas Nakertrans NTT bersama institusi terkait telah menggagalkan keberangkatan ratusan calon tenaga kerja dan dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

    Ia menyebutkan, tahun 2016 sebanyak 443 calon tenaga kerja yang digagalkan keberangkatannya, tahun 2017 sebanyak 510 orang dan hingga Maret 2018 sebanyak  166 orang.

    “Ini tantangan kita di NTT. Untuk  itu pemerintah telah membentuk Layanan Terpadu Satu Atap  Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja  di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Pemprov NTT juga  berencana membangun BLKN di Kupang,” tambahnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.