• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 17 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menteri ESDM Resmikan 21 Pembangkit Listrik Energi Terbarukan
    WILSON BOYMAU | Sabtu, 24 Maret 2018 | 20:52 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menteri
    Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menandatangani prasasti peresmian

     

    KALABAHI,FLOBAMORA.NET - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan, Sabtu (24/3), di Batu Nirwala, Desa Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, meresmikan 21 unit pembangkit listrik dan 12 sumur bor.

    Menteri Jonan didampingi Gubernur Frans Lebu Raya menandatangani prasasti sekaligus menandai diresmikannya 21 unit pembangkit listrik dan 12 sumur bor. Selain itu, hadir pula para pejabat antara lain, Pjs. Bupati Alor, Benyamin Lola, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Rida Mulyana, Kepala Badan Biologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, Pemimpin Redaksi Metro TV, Don Bosco Salamun, Piter Gero (Kompas) dan Primus Dorimulu (Pemimpin Redaksi Berita Satu).

    Sesuai rincian, 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan tersebar di 21 desa pada lima kabupaten, yaitu Alor, Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Sumba Tengah. Proyek itu dikerjakan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2016/2017 sebesar Rp 113,8 miliar.

    Sedangkan jenis proyek pembangkit listrik yang dibangun Kementerian ESDM itu, adalah 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bandara, 3 unit PLTS Terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebangak 16 unit. Total kapasitas 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan 1.516 kilowatt (KW) yang mampu mengaliri listrik kepada 2.737 kepala keluarga (KK).

    Selanjutnya sumur bor yang diresmikan Menteri Jonan, sebanyak 12 sumur yang tersebar di delapan kabupaten di NTT juga menggunakan dana APBN sebesar Rp 5,2 miliar. Dari hasil pekerjaan ini dapat menghasilkan air kepada 2.800 jiwa per sumur. Pelaksanaan pekerjaan sumur bor tersebut dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2017, dengan tujuan agar bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Penggunaan dan peresmian sumur bor dItandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri ESDM.

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pada dasarnya pembangunan 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan untuk memberikan pelayanan yang berkeadilan sosial, sebagaimana yang dianjurkan Presiden Joko Widodo. Artinya, lanjut Menteri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama berkaitan dengan ketersediaan air dan juga listrik sebagai kebutuhan dasar kepada warga masyarakat yang harus dipenuhi.

    “Saya minta dukungan para Bupati dan Walikota juga Forkopimda untuk membantu memberikan perhatian akan pelayanan kelistrikan dan air kepada masyarakat. Saya juga minta Pak Gubernur untuk mengusulkan pembangunan sumur bor bagi semua wilayah di NTT ke Kementerian ESDM untuk tahun anggaran berikut,” kata Jonan.

    Dia menjelaskan, memang ada pembangunan sejumlah proyek strategis, yaitu bendungan. Tapi bendungan yang dibangun di NTT tentu belum mampu memenuhi ketersediaan air bagi masyarakat di seluruh pulau di NTT. Sehingga perlu diusulkan untuk dikerjakan tahun anggaran 2019, sebab satu sumur bor hanya membutuhkan biaya Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

    Gubernur Lebu Raya dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Menteri Ignasius Jonan yang telah memberikan perhatian serius kepada masyarakat di NTT. “Saya akui, NTT memang masalah utamanya listrik dan air. Ini menjadi pergumulan kami, bagaimana mengatasi kesulitan air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

    Menurut Gubernur, pembangunan bendungan memang penting juga tapi bendungan menelan biaya yang sangat besar dan tidak mungkin dibangun di seluruh NTT. Sehingga diperlukan sumur bor, demikian juga EBT. Sebab, NTT memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi provinsi ini dalam bidang EBT.

    “Kami punya tenaga surya yang luar biasa, tenaga bayu, tenaga air, tenaga arus laut dan juga Pak Menteri telah menetapkan Flores sebagai pulau panas bumi. Sehingga bagaimana dieksplor untuk kepentingan energi listrik di NTT,” jelas Lebu Raya.

    Penjabat Sementara Bupati Alor, Benyamin Lola, mengatakan, penduduk Kabupaten Alor 253.600 jiwa tersebar di 158 desa dan tujuh kelurahan. Ada 12 desa mengalami kekurangan air dan 72 desa belum teraliri listrik. Kata Bupati, melalui dukungan dan perhatian Menteri ESDM, maka seluruh rakyat Kabupaten Alor menyampaikan terima kasih.

    “Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor, menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Ignasius Jonan yang telah memberikan perhatian cukup besar bagi masyarakat di daerah ini. Karena selama ini masyarakat untuk mendapatkan air memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan harus berlayar ke pulau seberang untuk mengambil air,” jelas Lola.

    Pada saat peresmian itu, Menteri Jonan juga menyerahkan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada delapan kepala keluarga di lima kabupaten yang telah dibangun pembangkit listrik energi terbarukan. LTSHE mampu menghidupkan dua balon lampu dan satu televisi.

    Usai peresmian, Menteri ESDM dan Gubernur Lebu Raya melakukan tele conference dengan masyarakat di Pulau Buaya, salah satu lokasi pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.