• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 22 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ratio Elektrifikasi di NTT dan Papua Masih Rendah
    WILSON BOYMAU | Minggu, 25 Maret 2018 | 20:16 WIB            #NASIONAL

    Ratio
    Presiden Joko Widodo saat meresmikan salah satu PLTS di NTT

     

    KALABAHI, FLOBAMORA.NET- Ratio elektrifikasi khusus untuk provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua hingga saat ini masih rendah. Sedangkan kondisi ratio elektrifikasi secara nasional sudah mencapai 95,4 persen.

    "Memang ada pertanyaan dari masyarakat, bagaimana supaya ratio elektrifikasi di NTT dan Papua bisa sejajar dengan provinsi lain di Indonesia," kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dalam keterangan pers di desa Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor, Sabtu (24/3).

    Menurut Jonan, dalam tahun 2018 layanan listrik dari PT PLN Persero mencapai 54 persen untuk NTT, ditambah dengan non PLN menggunakan dana APBN sebesar sembilan persen sehingga jumlahnya menjadi 63 persen. Dan mudah-mudahan, dalam tahun ini melalui penambahan pembangkit listrik energi terbarukan, jumlahnya bertambah menjadi 75 persen.

    "Saya optimis nanti akhir tahun 2019, ratio elektrifikasi mencapai 90 persen untuk NTT dan Papua, mendekati ratio elektrifikasi secara nasional 95,4 persen. Percepatan ratio elektrifikasi yang diupayakan Kementerian ESDM sangat sesuai dengan anjuran Presiden Joko Widodo, bahwa pembangunan nasional harus berkeadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

    Ia mengatakan, PT PLN Persero, mulai mati-matian membangun jaringan pembangkit listrik independen (off great) di NTT maupun Papua. "Kami berupaya untuk memastikan layanan listrik yang berkeadilan sosial untuk selurh warga masyarakat," tambahnya.

    Terkait tarif listrik, lanjut Jonan, hingga akhir tahun 2019 tidak akan ada perubahan atau tidak mengalami kenaikan tarif. Presiden mengatakan tidak ada perubahan tarif listrik untuk menjaga daya beli masyarakat dan masyarakat bisa menjangkau layanan listrik yang dibangun pemerintah.

    "Tidak ada perubahan tarif listrik sampai akhir tahun 2019. Ini pernyataan Presiden Joko Widodo dan bukan suatu komitmen karena karena bertepatan dengan tahun politik," katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.